Anggota Komisi IV DPR Sebut Program Hilirisasi CPO Perlu Dicanangkan Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Panggah Susanto mendukung program hilirisasi produk minyak sawit (crude palm oil/CPO) di Indonesia. Sejalan dengan itu, dia mengatakan, pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dapat mencanangkan program tersebut.
“Insya Allah, dengan pemerintahan baru Pak Prabowo-Gibran yang sudah jelas-jelas mencanangkan hilirisasi sebagai pokok program, bagi saya ini suatu kesempatan kita untuk mengonsolidasikan diri terhadap program hilirisasi (CPO) ini,” kata Panggah Susanto dalam acara Investortrust Focus Group Discussion: Strategi Lanjutan Akselerasi Hilirisasi CPO di Aula Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Dia menekankan, program hilirisasi ini harus dicanangkan oleh pemerintah, bukan dilimpahkan kepada para pelaku usaha atau industri CPO di Tanah Air.
Baca Juga
Gapki Sebut Intervensi Pemerintah Dibutuhkan untuk Dorong Hilirisasi Sawit
“Karena kalau tidak secara negara yang mencanangkan itu susah, pak. Saya sudah 35 tahun di sini (Kemenperin), itu kalau tidak negara (yang mencanangkan) itu susah. Makanya, saya sebenarnya bicara-bicara begini ini agak kurang semangat, karena negara tidak menetapkan (hilirisasi CPO) ini mau seperti apa, padahal ini urusan negara,” lugas Panggah Susanto.
Selain sawit, dia juga menyoroti sumber daya alam (natural based resources) lain yang dapat membangun perekonomian Indonesia ke depannya.
“Saya kira ini belum secara maksimal untuk didayagunakan sebagai basis pembangunan ekonomi kita. Meskipun tipis-tipis sudah dapat uang dari situ, termasuk sawit ini bukan tipis lagi, ini sudah cukup banyak memberikan kontribusi. Tetapi belum maksimal,” ujar Panggah Susanto.
Baca Juga
Bos BPDPKS Nilai Program Hilirisasi Kelapa Sawit RI Sudah Baik, Tapi...
Menurut dia, Indonesia memiliki sawit, kakao, kopi, kelapa, rumput laut, ikan, hutan, kayu dan sebagainya. “Ini semuanya merupakan advantage (keunggulan) yang harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran melalui proses nilai tambah yang dalam kata yang lebih singkat ya hilirisasi,” pungkas dia.

