Kejar Target Lifting Migas, Ini Proyek Migas Raksasa yang Segera Beroperasi di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, sejumlah lapangan minyak dan gas (migas) raksasa di Tanah Air akan memulai produksinya (onstream) dalam beberapa tahun ke depan.
Arifin menyatakan bahwa lapangan migas tersebut akan mendorong kenaikan produksi migas nasional. Apalagi Indonesia menargetkan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari.
"Masih terdapat lapangan migas yang akan onstream," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/6/2024).
Arifin mengungkapkan beberapa lapangan migas yang akan berproduksi dalam beberapa tahun ke depan, antara lain Lapangan Ande-ande Lumut di Blok Northwest, Kepulauan Natuna. Lapangan minyak yang ditaksir mengandung cadangan terbukti dan terduga (proved and probable) sekitar 100 juta barel minyak itu akan memulai produksinya pada kuartal I-2028.
Selain itu, ada jugaproyek pengeboran sumur Singa Laut (SL)-2 dan Kuda Laut (KL)-2 yang ada di Blok Tuna, Kepulauan Natuna. Keduanya ditargetkan akan memulai produksinya pada 2026 mendatang dengan potensi produksi gas harian berkisar 100-150 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).
"Di Hidayah di Madura minyak bumi serta Blok Masela 2030, proyek Lapangan Asap Kido Merah kuartal IV 2024, dan proyek Geng North selat Makassar yang akan onstream 2027 untuk gas bumi," ungkap Arifin.
Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM juga mengungkapkan progres dari pengembangan proyek Indonesia Laut Dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD). Proyek tersebut adalah proyek terintegrasi dari beberapa lapangan dan wilayah kerja di laut dalam Kutai Basin, Kalimantan Timur dengan kedalaman mencapai 1.000-2.000 meter di bawah permukaan laut.
Kementerian ESDM telah menyetujui revisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) dari lapangan gas yang saat ini dikelola raksasa migas asal Italia, Eni.
“Sehingga upaya peningkatannya sudah bisa dilakukan sejak mulai disetujui PoD-nya berlanjut sampai dengan 2027,” katanya.
Persetujuan rencana pengembangan IDD hanya membutuhkan waktu yang terbilang singkat sejak kegiatan eksplorasi berhasil di sumur Geng North-1, Blok North Ganal, sekitar 85 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur akhir 2023 lalu.
Berdasarkan catatan SKK Migas, cadangan gas IDD mencapai sekitar 2,67 triliun kaki kubik (Tcf) dan 66 juta barel minyak (MMbbls). Sementara itu, gas in place Geng North belakangan diproyeksikan mencapai 5,3 triliun Tcf dengan kandungan kondensat mencapai 400.000 Mbbls.

