CCS/CCUS Mahal, Industri Harap Ada Insentif dari Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memungkiri bahwa teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture and Utilization Storage (CCUS) masih tergolong mahal. Hal ini yang kemudian dikeluhkan oleh para pelaku industri.
Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Noor Arifin Muhammad menyebutkan, industri mengharapkan adanya insentif dari pemerintah dalam upaya pengimplementasian CCS/CCUS tersebut untuk bisa mengatasi masalah biaya yang mahal.
“Cost-nya tinggi ya. Jadi kan tentunya untuk memulai itu harus dimulai dengan yang istilahnya insentif. Sehingga dia bisa mulai masuk dan kemudian setelah memang dirasa ekonomis, misalnya dengan pajak. Ini dari industri ya,” kata Noor Arifin saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga
CCS Dinilai Bisa Jadi Bisnis Baru di Indonesia, Ini Alasannya
Sementara itu, dari pihak pemerintah sendiri Arifin mengatakan bahwa semua aktivitas di dalam industru minyak dan gas bumi (migas), termasuk CCS/CCUS harus memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
“Jadi harus ada peningkatan nilai tambah dari aktivitas itu. Jadi begitu kalau posisi pemerintah,” tegas Noor Arifin.
Terkait dengan insentif CCS/CCUS, Noor Arifin mengungkapkan bahwa itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan CCS/CCUS.
“Insentifnya itu dari Permen No. 2 Tahun 2023 itu aktivitas CCS/CCUS ini diakui sebagai aktivitas operasional oil n gas. Jadi dia di dalam rezim cost recovery dia bisa di recoverable,” terang Noor Arifin.

