Gunakan 2 Strategi Ini, PLN Tekan Emisi 2 Miliar Ton
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) menegaskan peran mereka sebagai pemimpin transisi energi di Indonesia. PLN berkomitmen menyediakan energi bersih untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna mewujudkan net zero emission (NZE) 2060 dengan total pengurangan emisi kumulatif sekitar 3,7 miliar ton CO2.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Adi Lumakso menyebutkan, pihaknya berhasil membatalkan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dengan kapasitas total 13,3 giga watt (GW).
Selain itu, Adi Lumakso juga menerangkan bahwa PLN pun berhasil menyelesaikan Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 1,4 GW di bawah alur RUPTL umum.
Baca Juga
PLN Masuk Top 10 Perusahaan Terbaik se-Asia Tenggara Versi Fortune
“Kedua solusi revolusioner tersebut dapat menghasilkan pengurangan emisi kumulatif sekitar 2 miliar ton CO2,” ungkap Adi Lumakso dalam acara Indonesia International Hydrogen Summit 2024 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Adi Lumakso memaparkan bahwa PLN memiliki enam program lainnya yang secara konsisten merealisasikan pengurangan emisi yang tersisa. Di antaranya adalah penggantian 1,1 GW batubara dengan energi terbarukan, lalu penggantian 800 MW batubara dengan pembangkit listrik tenaga gas.
Baca Juga
“Kemudian co-firing biomassa di 43 pembangkit listrik batubara dan 1,1 giga watt batubara dengan energi terbarukan dan program dieselisasi 1 giga watt, perdagangan karbon yang dilaksanakan di 55 pembangkit listrik batubara, serta perencanaan dan pengembangan pembangkit terbarukan 21 giga watt di bawah RUPTL Terhijau,” ujar dia.
Lebih lanjut Adi menegaskan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,9% pada tahun 2030 di mana sektor energi memegang peranan penting selain hutan dan penggunaan lahan lainnya dengan air dan pertanian.

