DPR Sebut Ada 21 Lokasi Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Bali
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Parta menyebutkan, setidaknya terdapat 21 lokasi pengoplosan gas LPG 3 kg (LPG bersubsidi) di Bali. Maka dari itu, ia meminta PT Pertamina (Persero) untuk lebih memperketat pengawasan penyaluran.
Nyoman mengungkapkan bahwa gas LPG 3 kg banyak dipindahkan ke dalam tabung 12 kg atau 50 kg. Nantinya LPG 50 kg yang biasanya dibanderol Rp 950.000 hingga Rp 1 juta dijual dengan harga Rp700.000. Sedangkan LPG 12 kg yang biasanya dibanderol Rp 210.000 dijual Rp 150.000.
Baca Juga
“Kenapa oplosan laku di Bali? Karena usaha tersebut berkembang di Bali. Di bali banyak yang beli,” kata Nyoman dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pertamina, Rabu (12/6/2024).
Maka dari itu, Nyoman meminta kepada pihak Pertamina untuk menindaklanjuti persoalan ini. Selain karena ini adalah bentuk kecurangan, belum lama ini juga terjadi ledakan di Bali akibat pengoplosan tabung LPG tersebut yang menyebabkan 3 orang tewas dan 11 lainnya luka-luka.
“Mereka kerja di dalam, luar dikunci. Jadi mereka dalam posisi luka di gudang. Ini datanya jelas, gudangnya tidak seperti outlet agen, tidak ada ciri khas resmi Pertamina,” papar Nyoman.
Lebih lanjut Nyoman menyebutkan kalau dirinya sudah menyampaikan lokasi pengoplosan tersebut ke Pertamina, tapi tidak ada tindak lanjut. Menurutnya ini harus segera dituntaskan agar gas subsidi tidak masuk ke tempat yang salah sasaran, apalagi sampai dioplos oleh oknum tertentu.
“Saya tunggu Bapak Wakil Direktur Utama Pertamina (Wiko Migantoro) bawa Satgas Migas ke Bali. Mohon janji di sini pasti bawa tim ke Bali agar kasus oplosan terbuka karena saking lamanya uang negara dibuat jadi urusan kejahatan. Mohon bawa Satgas Migas ke Bali. Saya kasi hlokasinya,” ujar dia.

