Lewat Budi Daya Benur, Pemerintah Berpotensi Cuan Hampir Rp 1 Triliun per Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan pemerintah Indonesia bisa meraup penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 900 miliar dari hasil budi daya benih bening lobster (BBL) alias benur.
Potensi tersebut terungkap setelah dilakukan kerja sama antara Indonesia dengan Vietnam. Dia mengatakan, angka tersebut dihitung dengan asumsi dapat membudidayakan 300 juta BBL atau benur per tahun.
Baca Juga
KKP: Sanksi Administratif Pelaku Usaha Nakal Sektor Kelautan Lebih Beri Efek Jera
"Anggap saja 300 juta bibit (selama) satu tahun dengan PNBP senilai Rp 3.000 per bibit, pemerintah sudah dapat Rp 900 miliar setiap tahun," ucap Menteri Trenggono saat rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (11/6/2024).
Selama ini, KKP masih menutup ekspor benih lobster sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penghentian Ekspor BBL. Namun, Trenggono menilai kebijakan itu tidak membuat penyelundupan benih lobster berhenti.
Baca Juga
Menteri Trenggono Targetkan Produksi Perikanan Capai 24,58 Juta Ton pada 2025
"Data yang kami dapatkan ada 500, bahkan sampai 600 juta bibit yang rutin dan terus menerus dijual ke sana (Vietnam). Harganya tidak kurang dari US$ 2 per benih. Jadi, kalau 600 juta berarti US$ 1,2 miliar. Nah, negara (Indonesia) itu seperak pun tidak dapat apa-apa, 100% ke sana," imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut, akhirnya pemerintah Indonesia membuka keran ekspor secara terbatas, salah satu negara yang diajak kerja sama adalah Vietman. Melalui pertemuan diplomasi beberapa waktu lalu, Vietnam sepakat investasi dan melakukan budi daya benih lobster di tanah air.

