Dicecar Pertanyaan soal Kelanjutan Impor Beras, Ini Jawaban Bos Bulog
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mempertanyakan rencana impor beras dari pengadaan Perum Bulog. Pasalnya, hingga saat ini total beras yang didatangkan dari luar negeri sebanyak 2 juta ton dari total proyeksi yang diperintahkan pemerintah, yakni 3,6 juta ton.
"Kira-kira dengan data yang dipaparkan (jumlah impor beras baru 2 juta ton) tadi (bisa) stop enggak impor?" tanya Sudin dalam rapat dengan Perum Bulog di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2024).
Ketika ditanya hal tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi pun mengungkapkan bahwa pihaknya diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga kontrak dengan negara importir.
Baca Juga
Jokowi Sebut Impor Beras Tak Sampai 5% dari Kebutuhan Nasional
"Kami stand by, pada pertemuan terakhir di sidang kabinet diarahkan untuk mengikat kontrak dengan pihak luar untuk kontrak," ungkap Bayu.
Lebih lanjut, Sudin pun tidak hanya bertanya kepada Perum Bulog mengenai impor beras tersebut. Ia juga mempertanyakan kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo.
Terkait pertanyaan itu, Arief menjelaskan, Perum Bulog berupaya untuk menyerap produksi di dalam negeri. Kendati demikian, ia ragu kalau pemerintah sulit untuk tidak impor beras, apalagi produksi beras pada semester II-2024 ini diproyeksi turun 2,47 juta ton dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.
Baca Juga
Bulog Tambah Impor Beras 300 Ribu Ton dari Thailand dan Pakistan
"Tapi kalau melihat dari grafik dan pattern, agak berat. Karena semester kedua itu trennya (produksi beras) biasanya lebih rendah daripada semester pertama," timpal Arief.

