DPR Sebut Program Konversi Motor Listrik Main-Main, Menteri ESDM Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Diah Nurwitasari mempertanyakan keseriusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam program konversi motor listrik. Pasalnya, dari 50.000 unit motor yang ditargetkan dikonversi pada 2023, hanya tercapai 495 unit.
Pagu anggaran di Kementerian ESDM tahun 2024 sebesar Rp 6,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah program, termasuk konversi motor listrik yang dianggarkan sebesar Rp 100 juta untuk konversi 10 unit motor. Namun, hal ini justru dianggap main-main oleh Diah.
“Tahun 2024 dianggarkan untuk 10 motor, ini levelnya kementerian Pak, bukan level kecamatan pengadaan urusan 10 motor. Jadi bener main-main ini Pak. Saya melihatnya gak ada keseriusan gitu," kata Diah Nurwitasari dalam Rapat Kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Menteri ESDM Sebut BKPM Cabut Ribuan IUP, Ternyata Gara-gara Ini
Dilaksanakan Serius
Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan bahwa program konversi motor listrik ini telah dilaksanakan dengan serius. Namun, ia tidak memungkiri ada sejumlah masalah yang akhirnya membuat program ini belum terealisasi secara maksimal.
“Yang motor listrik 10 ini bukan lucu-lucuan Bu Diah. Memang pengalaman kita yang kemarin ini dikasih 150 ribu unit (untuk target 2024) memang itu agak baru, di anggarannya baru disediakan April 2023, nah sementara kita masih menyediakan infrastrukturnya," ujar Arifin Tasrif.
Baca Juga
Terkait dengan minat masyarakat sendiri, Arifin menerangkan bahwa sebenarnya banyak yang ingin mengikuti program konversi motor listrik. Namun, kebanyakan kendaraan yang didaftarkan adalah motor-motor tua dengan surat-surat yang bermasalah.
“Kita lakukan opening registrasi untuk mereka yang mau melakukan konversi, peminatnya banyak, tapi sesudah dicek di polisi, surat-suratnya gak lengkap semua. Jadi, kebanyakan motor-motor tua, statusnya gak legal, bodong," ungkapnya.
Untuk saat ini, Arifin menyebut bahwa Kementerian ESDM akan mempersiapkan ekosistemnya terlebih dahulu agar program konversi motor listrik bisa berjalan maksimal. Misalnya, dengan menghadirkan bengkel-bengkel konversi.
“Kemampuan bengkel sudah cukup mengagumkan, sudah bisa mengkonversi dalam tempo 3 jam, 4 jam, untuk 1 kendaraan. Dan, kita sudah regulasi, kemudahan sudah dilakukan di Kepolisian dan pihak (Kementerian) Perhubungan, ya mudah-mudahan bisa bergerak. Kita kalau sudah ada tambahan lagi, kita sudah siapkan rumahnya walaupun baru 10, anggarannya 10 unit aja, tapi ada rumahnya dulu," papar Arifin.

