BPS Proyeksikan Produksi Beras 2023 untuk Konsumsi Turun 2,05%
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data Ringkasan Eksekutif Luas Panen Padi di Indonesia 2023. Dalam penjelasannya, Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut data untuk 2023 masih bersifat sementara.
“Angka luas panen dan produksi tahun 2022 merupakan angka tetap. Sementara itu, angka produksi padi dan beras 2023 merupakan angka sementara karena masih mengandung angka potensi luas panen Oktober-Desember,” kata Amalia, dikutip Selasa (26/12/2023).
Pada penjelasannya, BPS menemukan produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk tercatat sebesar 30,9 juta ton. Angka ini turun sebanyak 645,09 ribu ton (atau 2,05%) dibandingkan produksi beras 2022 yang mencapai 31,54 juta ton.
Produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. Luas panen tanaman padi di lahan bukan sawah, luas galengan dianggap tidak ada.
Baca Juga
Viral Video Pria Tanpa Baju Berguling di Tumpukan Beras, Bulog Ambil Tindakan Tegas
Produksi beras diperoleh dari konversi produksi padi menjadi beras dengan menggunakan angka konversi gabak ke beras dan mempertimbangkan proporsi gabah/beras yang susut/tercecer dan untuk penggunaan non pangan.
Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) puncak panen padi pada 2023 terjadi pada bulan Maret. Luas panen mencapai 1,65 juta hektare. Pada bulan Maret ini produksi padi mencapai 8,92 juta ton GKG.
Pada periode Januari-September 2023, realisasi panen tercatat sebesar 8,66 juta hektare atau mengalami penurunan sekitar 33,04 ribu hektare dibanding periode yang sama 2022. BPS menyebut, potensi luas panen padi pada Oktober-Desember 2023, mencapai 1,54 juta hektare.
Selama periode Januari-September 2023, BPS memperkirakan dihasilkan 45,33 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini turun sekitar 105,09 ribu ton dibanding periode yang sama 2022, yang mencapai 45,43 juta ton.
Baca Juga
RI Amankan Cadangan Beras, Jokowi Minta Jangan Tepuk Tangan Karena dari Impor
“Sementara itu berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA September 2023, potensi produksi padi sepanjang Oktober-Desember 2023 ialah 8,30 juta ton GKG,” tulis laporan tersebut.
Pada bulan Desember, BPS memperkirakan terjadi penurunan produksi padi. Pada bulan terakhir ini, produksi padi hanya tercatat 1,93 ton GKG.
“Produksi padi tertinggi pada 2022 dan 2023 terjadi pada Maret, sementara produksi padi terendah pada 2023 diperkirakan terjadi pada Desember,” tulis laporan tersebut.
Jika dikonversi menjadi beras, selama Januari-September 2023, dihasilkan 26,11 juta ton beras. Adapun potensi Oktober-Desember ialah 4,78 juta ton beras.
Tiga provinsi dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2023 adalah Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sementara itu, tiga provinsi dengan produksi padi terendah adalah Provinsi Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat.
Penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2023 terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di sisi lain, terdapat beberapa provinsi yang mengalami peningkatan produksi padi cukup besar, misalnya Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah.
