SKK Migas Ungkap RI Punya Cadangan Minyak 4,70 Miliar Barel
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, saat ini, Indonesia masih memiliki cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang terbilang besar. Jumlah cadangan minyak mencapai 4,70 miliar barel, sedangkan jumlah cadangan gas jauh lebih besar.
“Cadangan kita saat ini adalah minyak sebesar 4,70 miliar barel, kemudian cadangan gas kita 55,76 triliun kaki kubik. Ini update terakhir Februari 2024,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Kamis (6/6/2024).
Baca Juga
Pemerintah Turunkan Target Lifting Minyak di 2030, Sejumlah Faktor Ini Menjadi Alasan
Lebih lanjut Dwi memaparkan bahwa Indonesia juga menemukan 128 cekungan yang masih belum dikembangkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 cekungan di antaranya belum dilakukan eksplorasi sama sekali.
Berdasarkan data hingga 30 April 2024, tercatat ada 166 Wilayah Kerja (WK) yang dimiliki Indonesia. Adapun rinciannya sebanyak 104 WK eksploitasi, 43 WK eksplorasi, dan 19 WK dalam proses terminasi.
Baca Juga
Melihat perkembangan ini, Dwi cukup menyayangkan karena long term plan (LTP) pemerintah untuk bisa menghasilkan produksi (lifting) minyak 1 juta barel per hari (BOPD) di tahun 2030 harus mundur. Ia menerangkan hal ini dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor.
“LTP, kami sudah me-review dan ada perbedaan pergeseran terhadap yang 1 juta barel oil per hari itu. Karena, pertama, disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan membatasi mobilisasi tenaga kerja dan peralatan,” ujar Dwi.
Delay Project
Kemudian, faktor kedua adalah terjadinya delay project. Terdapat beberapa proyek yang mengalami pergeseran jadwal seperti Train-3 Tangguh, Forl-Bronang, dan Ande-Ande Lumut.
“Kegiatan juga tertunda karena faktor finansial Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan vendor. Ini menyebabkan KKKS menunggu vendor baru,” ujar dia.
Berdasarkan data SKK Migas, proyeksi lifting minyak di tahun 2030 kini menjadi sekitar 869.000 BOPD. Sedangkan untuk proyeksi lifting gas bumi berada di 10,44 juta MMSCFD. Semula, target lifting minyak Indonesia pada tahun 2030 sebanyak 1 juta barel per day, namun kemudian diturunkan salah satunya karena temuan cadangan minyak di Indonesia masih rendah.

