Banyak Pengembang Liar, Pemerintah Diminta Terapkan Kebijakan Ketat
JAKARTA, investortrust.id - Real Estate Advisor Magnum Estate Anton Bezgachev mengatakan, Indonesia masih memiliki kekurangan dalam peraturan perundang-undangan pada industri pariwisata. Menurutnya, tidak adanya kebijakan yang ketat dari pemerintah menyebabkan banyaknya pengembang (developer) liar yang beroperasi di Indonesia, khususnya Pulau Bali.
“Pertama-tama peraturan dari pemerintah belum cukup dalam hal real estate. Karena banyak developer yang datang ke Bali beberapa tahun terakhir dan mereka melakukan hal yang liar. Mereka pun melakukan apa pun yang mereka inginkan. Dan tidak ada peraturan, peraturan ketat dari pemerintah,” ujar Anton menjawab investortrust.id di sela acara International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Oleh sebab itu, sebagai pengembang terbesar di Bali, Magnum berharap bahwa pemerintah Indonesia segera mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat peraturan yang ketat untuk developer. Selain itu, ia berharap bahwa Indonesia segera menambah jenis alat keuangan untuk developer untuk mengembangkan projeknya, seperti mortgage yang terdapat di Amerika Serikat.
Baca Juga
Menparekraf Resmi Buka International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Jakarta
“Mortgage dari investor dari AS karena mereka tidak mampu membeli properti di Indonesia. Mereka membutuhkan semacam pinjaman. Pemerintah masih belum menyediakannya, pemerintah Indonesia. Jika mereka melakukannya, kita sudah bisa menghasilkan banyak uang,” tuturnya.
Kendati demikian, Anton mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menarik sebagai negara untuk investasi. Oleh sebab itu, ia selalu berupaya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke seluruh dunia.
“Dan perusahaan kami, kami memenangkan penghargaan yang sangat bergengsi di bidang real estate. Dan kami menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Sehingga proyek Indonesia menjadi proyek terbaik di kawasan Asia Pasifik. Dan terlebih lagi, kami mencoba untuk mempromosikan pariwisata Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga
ITIF 2024, UN Tourism Paparkan Keuntungan Berinvestasi di Sektor Parekraf Indonesia
Di sisi lain, Antonio mengatakan bahwa acara International Tourism Investment Forum 2024 merupakan forum yang tepat bagi para investor untuk berbagi pengalaman dan juga bertukar pikiran dengan pemerintah.
“Kami ingin berkomunikasi dengan pengembang lain, dengan orang-orang yang benar-benar mengambil keputusan di Indonesia. Karena kami punya banyak ide bagaimana meningkatkan pasar real estate Bali dan bagaimana meningkatkan trafik wisatawan ke Bali,” jelasnya.
Sebagai catatan, ITIF 2024 berupaya memperkuat inovasi, ketahanan, dan pertumbuhan berkelanjutan dengan mengutamakan people, planet, dan prosperity. Penyelenggaraan ITIF untuk kedua kalinya di Indonesia menjadi platform untuk menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan dalam penerapan investasi hijau.

