Ini Dampak Blackout di Sumatera ke Dunia Usaha
BANDARLAMPUNG, investortrust.id – Pemadaman total listrik atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Selasa (4/6/2024) hingga Rabu (5/6/2024) telah berdampak ke dunia usaha.
"Pemadaman listrik ini membuat ekonomi digital lumpuh, dari kemarin banyak mini market, UMKM, restoran, dan pedagang pinggir jalan yang mengandalkan listrik dan pembayaran digital tutup seharian," ujar Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung Romi Junanto saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu (5/6/2024).
Ia meminta pemadaman listrik yang terjadi itu tidak berlanjut, sebab pemadaman listrik yang terjadi cukup lama itu telah merugikan sektor industri dan UMKM.
"Kemudian SPBU, mesin ATM yang sepenuhnya mengandalkan listrik juga tak bisa beroperasi. Masyarakat yang tak membawa uang tunai sempat kesusahan, lalu dunia usaha harus menyediakan genset agar produksi tetap berjalan. Hal itu membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih tinggi untuk membeli solar non subsidi," ucap Romi seperti dilansir Antara.
Baca Juga
Listrik di Sumbar Padam Total, YLKI Ingatkan PLN Antisipasi Blackout untuk Hindari Kerugian Warga
Dia melanjutkan PLN seharusnya memiliki cadangan jaringan yang terinterkoneksi di beberapa titik. Sehingga jika terjadi kerusakan di area tertentu sistem kelistrikan tidak lumpuh total.
"Kalau kompensasi semua sudah diatur Peraturan Menteri ESDM nomor 27 tahun 2017, tapi persoalannya bukan kompensasi melainkan harus ada bentuk pertanggungjawaban moril," tambahnya.
Tanggapan atas adanya dampak pemadaman listrik itu pun dikatakan oleh salah satu pengusaha kafe di Lampung, Irfan.
"Mengenai hal ini secara operasional memang terdampak karena belum ada genset, dan banyak pelanggan yang ingin ke kafe karena butuh listrik dan jaringan internet saat listrik padam," kata Irfan.
Dia mengatakan dampak lainnya akibat listrik padam adalah bahan makanan beku 30% harus dibuang, kemudian seharusnya menyeduh kopi menggunakan mesin espresso jadi harus manual.
Baca Juga
4,3 Juta Pelanggan Terdampak Pemadaman, PLN Masih Cari Penyebabnya
"Tapi kalau untuk pemadaman yang sifatnya force majeure, kalau bagi pelaku usaha seharusnya memang ada kompensasi, karena golongan listrik yang kami pakai golongan bisnis. Dan kompensasi itu bisa macam-macam bentuknya, seperti ada insentif potongan biaya tagihan karena ada pemadaman, ataupun misalnya insentif subsidi pengadaan genset bagi pembelian dari pelaku UMKM," tambahnya.
Sebelumnya, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mengklaim layanan listrik pada 854.436 pelanggan di wilayahnya sudah menyala secara bertahap.
"Hingga hari ini pukul 13.00 WIB gardu induk sudah mulai bertegangan 100 persen," ujar Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung Darma Saputra di Bandarlampung, Rabu (5/6/2024).
Ia mengatakan dengan mulai bertegangannya gardu induk di wilayah itu, maka layanan listrik bagi 854.436 orang pelanggan telah kembali menyala meski bertahap.
"Kami terus berupaya melakukan pemulihan pasca-gangguan transmisi jaringan kelistrikan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Lubuk Linggau-Lahat di Sumatera Selatan," katanya.
Baca Juga
Gangguan Listrik di Sumatera, PLN: Seluruh Gardu Induk Terdampak Berhasil Dinormalkan
Dia menjelaskan PLN UID Lampung terus berupaya lakukan penormalan bertahap sehingga masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik.
Sementara itu, PT PLN (Persero) menyebut seluruh gardu induk (GI) yang terdampak saat gangguan kelistrikan yang terjadi pada jaringan transmisi Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) Lubuk Linggau-Lahat 2 di Pulau Sumatera akhirnya berhasil dinormalkan kembali pada pukul 17.45 WIB.
Selanjutnya, proses masuknya listrik dari pembangkit ke pelanggan akan membutuhkan waktu sekitar 8-12 jam khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
General Manager PLN Unit Induk Penyalur dan Pusat Pengatur Beban Sumatera, Daniel Eliawardhana mengatakan, proses pemulihan sistem kelistrikan sedang berlangsung secara bertahap.
Baca Juga
“Kami mengerahkan ratusan personel yang diterjunkan di lapangan sebagai upaya untuk memulihkan kembali sistem kelistrikan yang terdampak. Kami juga telah melakukan manajemen pengaturan beban untuk menjaga kestabilan listrik di seluruh Pulau Sumatra,” kata Daniel dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (5/6/2024).
Luasnya jaringan transmisi di Pulau Sumatera yakni 20.550 kilometer sirkuit (kms) menjadi salah satu tantangan untuk personel PLN menemukan titik gangguan.
Daniel menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan stakeholder dan pihak terkait dalam pemulihan pasokan listrik di daerah-daerah terdampak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan saat ini. Petugas kami terus berupaya secepat mungkin untuk melakukan upaya-upaya penormalan kelistrikan,” tandas dia.

