Majukan Pengusaha Lokal, Kemenkop UKM Ingin Gandeng Startup Belanda
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kemenkop UKM) terus berupaya mendorong pengembangan pengusaha-pengusaha lokal yang memiliki perusahaan rintisan atau startup. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan rencana menggandeng startup asal Belanda.
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan saat ini pihaknya mewadahi sebanyak 500 dari toal 2560 startup yang ada di Indonesia. Untuk mendorong peningkatan kapasitas startup tersebut, Teten mengaku telah menjalin kerja sama dengan Belanda dalam bidang inkubasi.
Teten mengatakan, secara khusus pihaknya berharap dapat bersinergi bersama Rabo Foundation. Sebagai catatan Rabo Foundation sendiri adalah sebuah yayasan yang berkantor pusat di Utrecth, Belanda, merupakan lembaga yang bergerak untuk memberikan bantuan investasi yang menyasar pada kelompok UMKM.
"Sinergi tersebut khususnya dalam peningkatan kapasitas UMKM melalui sistem pembiayaan yang berkelanjutan,” kata Teten saat kunjungan ke Belanda, dalam keterangan resmi (30/5/2024).
Baca Juga
Kemenparekraf Targetkan 120 Startup Tumbuh pada 2024 melalui BEKUP
Pada kesempatan tersebut Menkop UKM turut menyampaikan ucapan selamat kepada Rabo Foundation yang telah mencapai perjalanan hingga usia 50 tahun. Kemudian Teten juga mengapresiasi kontribusi dan komitmen Rabo Foundation dalam mendukung pengembangan UMKM pertanian di Indonesia, khususnya melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan yang berkelanjutan.
Teten meyakini kerja sama investasi di sektor pertanian dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Khususnya bagi Indonesia, hal ini akan menjadi transfer pengetahuan mengenai teknologi terbaru di bidang agri-tech.
Ia mengatakan, pendampingan di sektor hulu-hilir yang kemudian dikombinasikan dengan kemudahan akses ke institusi pembiayaan, telah terbukti mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Ia juga memberikan contoh keberhasilan yang ditunjukkan oleh Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Koperasi Ponpes Al Ittifaq berhasil memenuhi standar kualitas dan kuantitas produk holtikultura untuk masuk ke salah satu jaringan supermarket terbesar di Indonesia, yaitu Superindo,” ujarnya.
MenKopUKM menambahkan, Superindo mayoritas sahamnya dimiliki oleh Albert Heijn, yang merupakan jaringan supermarket terbesar di Belanda. Untuk itu, keberhasilan Al Ittifaq untuk bisa mencapai standar internasional dari sisi proses produksi, pascapanen sampai dengan masuk ke jaringan retail Superindo, menjadi bukti nyata bahwa produk lokal Indonesia sudah mampu memenuhi kualitas yang diminta pasar dunia.
“Ini adalah keberhasilan kolektif, irisan antara produk unggulan, metode standar dunia, pembiayaan berkelanjutan, dan peralatan berteknologi,” tuturnya.

