Menteri KKP Ingin Tinggalkan Zaman Jahiliyah, Apa Hubungannya dengan Populasi Ikan?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyebut ingin meninggalkan cara penangkapan ikan secara bebas. Langkah ini dilakukan agar populasi ikan di laut terjaga.
"Dengan terbitnya PP Nomor 11 Tahun 2023, kita ingin tinggalkan zaman jahiliyah yaitu penangkapan ikan di laut secara bebas," kata Sakti saat membuka Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2023 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).
Wahyu menyebut, dalam peraturan pemerinrah (PP) tersebut investor akan mendapat ruang di sektor hilirisasi produksi. Sementara nelayanan pesisir bebas menangkap ikan. Hanya saja, kebebasan menangkap ikan akan diberlakukan dengan batasan sampai penangkapan terukur dilaksanakan.
Wahyu mengatakan, penangkapan yang terukur telah menjadi salah satu dari lima program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjaga populasi ikan. Selain penangkapan, KKP juga fokus terhadap ruang konservasi.
"Karena laut memiliki tiga hal, sebagai lokasi pemijahan alami, produsen oksigen, dan sebagai penyerap karbon," ucap dia.
Baca Juga
Luncurkan Harkannas 2023, KKP Ajak Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan
Wahyu menyebut program budidaya perikanan digagas agar Indonesia menjadi pemenang di sektor ini. Dia mengingatkan bagaimana Norwegia yang menjalankan budidaya salmon dan meraup untung.
"Kuncinya penelitian kelautan. Nah, Indonesia kapan? Pakannya saja masih impor. Tapi, itulah tantangannya," kata dia.
Wahyu mengatakan progran lainnya yaitu menjaga ekosistem pulau pesisir. Program ini penting mengingat ekosistem pulau pesisir kerap rusak akibat industri pariwisata. "Kelimanya adalah partisipasi nelayan untuk membersihkan sampah plastik," kata dia. (CR-7)
Baca Juga
KKP Lakukan Penamaan Rupabumi, Jaga Kawasan Konservasi dan Pulau

