Wakil Presiden Ma'ruf Amin Resmi Buka ITS Asia Pacific Forum 2024
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia menjadi tuan rumah The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum yang digelar pada 28 hingga 30 Mei 2024.
Penyelenggaraan forum sistem transportasi cerdas terbesar di Asia Pasifik itu bertujuan untuk bertukar ide, memamerkan inovasi teknologi, dan mendiskusikan kemajuan terbaru ITS.
Berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC), forum dua tahunan yang mengangkat tema “Transformation Towards A Sustainable and Intelligent Urban Mobility" tersebut resmi dibuka oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Plenary Hall, JCC, Selasa (28/5/2024).
Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin menyampaikan, dengan meningkatnya populasi, tantangan global yang dihadapi penduduk dunia semakin kompleks. Beberapa isu seperti kepadatan penduduk, kerusakan lingkungan, dan disrupsi teknologi informasi menuntut solusi inovatif.
Baca Juga
Ketum Kadin Sebut ITS Asia Pacific Forum 2024 Strategi Kenalkan Sustainability terhadap Transportasi
Selain itu, tingginya tingkat urbanisasi juga telah memperbesar ketimpangan ekonomi dan sosial di perkotaan hingga ketidakmerataan fasilitas transportasi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.
"Oleh karena itu, upaya pemerataan dan peningkatan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan kepada masyarakat perlu menjadi fokus perhatian. Hal ini dapat dicapai dengan memanfaatkan perkembangan teknologi di sektor transportasi, salah satunya melalui sistem transportasi cerdas," ujar Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut, Ma'ruf Amin mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir sistem transportasi cerdas menjadi fokus pengembangan transportasi di dunia. Menurutnya, hampir semua negara mengembangkan sistem yang mampu menghadirkan efisiensi, efektifitas, dan ramah pengguna yang berkelanjutan.
"Sistem ini diharapkan menjadi jawaban dalam menangani peningkatan mobilitas masyarakat perkotaan, tetapi juga mampu mengurangi kemacetan, emisi gas rumah kaca, dan pemakaian energi, serta meningkatkan keselamatan," ungkapnya.
Saat ini pemerintah terus berupaya mengembangkan sistem transportasi cerdas, diantaranya melalui penetapan kebijakan standar mobil listrik, program insentif kendaraan listrik, dan program pendorong transisi lainnya.
Bahkan, lanjut Ma'ruf Amin, pemerintah juga tengah memadukan desain sistem transportasi cerdas dan kota pintar ke dalam pembangunan Nusantara sebagai Ibu Kota Negara Indonesia yang baru.
"Dengan berbagai upaya ini, pemerintah turut serta dalam penerapan sistem transportasi cerdas ke dalam infrastruktur modern di Indonesia. Hal ini guna menguatkan ekonomi dan meningkatkan daya saing dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan melalui pemenuhan target nol emisi karbon sebagai upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Di sisi lain, Ma'ruf Amin juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan transportasi masa kini.
“Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi seluruh negara anggota ITS Asia Pasifik dan berdampak positif bagi kemajuan dunia," imbuhnya.
Di acara yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan, seluruh stakeholders industri transportasi dari berbagai negara akan menghadiri forum ini.
“Acara ini dihadiri oleh menteri transportasi negara-negara di kawasan Asia Pasifik, para kepala daerah, duta besar negara asing di Jakarta, dan pimpinan organisasi internasional. Juga hadir BUMN, BUMD, dan sektor swasta," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden ITS Indonesia William Sabandar menambahkan, ITS Asia Pacific Forum 2024 memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk belajar, berbagi, dan berkolaborasi.
"Tentu kami berharap forum, serta tiga inisiatif yang diluncurkan dapat mendorong implementasi teknologi transportasi cerdas yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata ia.
Sebagai informasi, forum ini juga dihadiri oleh lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, New Zealand, Malaysia, dan Singapura.
Organisasi internasional seperti ITF (International Transport Federation), World Bank, Asian Development Bank, dan bahkan European Investment Bank juga turut berpartisipasi. Kemudian, lebih dari 50 pembicara nasional dan internasional akan mengisi berbagai sesi diskusi dan pameran teknologi yang menampilkan inovasi terbaru dalam transportasi.

