Industri Tekstil Mulai Bangkit, Kemenperin Lepas Ekspor Kain ke Dubai
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Tanah Air menunjukan perbaikan kinerja signifikan pada kuartal I-2024. Perbaikan terlihat dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan nilai ekspor produk ini.
"Di mana PDB mengalami pertumbuhan sebesar 2,64% secara YoY, demikian juga secara Q to Q mengalami peningkatan 5,92% dibandingkan Q4-2023 yang mengalami kontraksi -1,15%,” ucap Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Taufiek Bawazier dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).
Selain itu, Taufiek mengungkapkan, kinerja gemilang industri TPT juga tercemin pada capaian nilai ekspornya pada triwulan I-2024 meningkat sebesar 0,19% atau senilai US$ 2,95 miliar.
Baca Juga
Industri Alas Kaki hingga Tekstil Ekspansif di Kuartal I 2024, Ini Penyokongnya
“Padahal, pasar ekspor masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global akibat beberapa konflik antarnegara yang terjadi. Di sisi lain, investasi sektor TPT juga mengalami kenaikan. Untuk investasi PMA, naik sebesar 70,2% atau senilai US$ 194,3 miliar,” ungkap Taufiek.
Kinerja industri itu juga terlihat Ketika PT Mahugi Jaya Sejahtera menggarap pasar Dubai dan sebagian negara Timur Tengah Dubai dengan ditandai pelepasan ekspor kain sebanyak 300.000 meter dalam tiga kontainer senilai US$ 350.000 atau setara Rp 5,6 miliar.
“Ini menandai komitmen perusahaan untuk ekspor tahunan sebesar 5 juta meter, yang akan terus ditingkatkan dalam rangka membuka pasar nontradisional, selain pasar utama ekspor yang selama ini menjadi andalan Indonesia seperti negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang,” tutur Taufiek.
Menurut Taufiek, pasar garmen dan tekstil di negara-negara Timur Tengah akan terus tumbuh sampai hingga lima tahun ke depan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7%, dan nilai pasar fesyen diperkirakan sebesar US$ 89 miliar.
Baca Juga
“Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi menyumbang hampir setengah dari pasar industri fesyen di Timur Tengah, serta Qatar yang terus meningkat konsumsinya,” terangnya.
Kemenperin juga mencatat, Indonesia mengekspor tekstil dan pakaian ke negara-negara Timur Tengah sekitar 5,4% dari total ekspor TPT nasional atau senilai US$ 753 juta. Artinya, baru memiliki market share 1,5%.
“Oleh karena itu, upaya peningkatan ekspor ke negara-negara Timur Tengah menjadi sebuah langkah yang penting,” terang Taufiek.

