Bulog Perkirakan Harga Beras akan Sulit Turun
KARAWANG, investortrust.id - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memperkirakan harga eceran tertinggi (HET) beras akan sulit turun kembali. Apalagi, pemerintah telah sempat menaikan HET beras beberapa waktu lalu.
“Memang biasanya sulit dikembalikan kalau sudah sempat naik,” ucap Bayu saat berdialog di Sentra Penggilingan Padi Bulog, Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).
Baca Juga
Bos Bulog Pamer Cadangan Beras Dikuasai Pemerintah 1,85 Juta Ton
Kendati demikian, kondisi penurunan HET beras masih bisa terjadi apabila hasil produksi padi pada saat panen raya melimpah. Sehingga, lanjut dia, pasokan dan permintaan akan komoditas tersebut bisa terjaga.
“Kecuali ada keadaan yang sangat luar biasa, dimana panennya luar biasa banyak, besar, maka supply demand-nya bisa terjaga,” ungkapnya.
Baca Juga
Bapanas Ungkap Harga Beras Masih Meroket di Sejumlah Wilayah, Ini Penyebabnya!
Namun, kondisi komoditas beras di Indonesia justru tak lama lagi diprediksi akan mengalami defisit produksi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hal tersebut akan terjadi pada Juni mendatang sebanyak 0,45 juta ton.
“Kalau dilihat data BPS Juni saja sudah defisit lagi. Jadi, saya duga sulit untuk kembali HET-nya,” tandas Bayu.

