UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Influencer Reza Pahlevi Bagi Tips Sukses di Medsos
Jakarta, investortrust.id – Reza Pahlevi, social media influencer sekaligus content creator, berbagi kiat sukses bagi pelaku UMKM yang menjalankan bisnis di media sosial atau medsos, dalam Ngobrol Pintar BRILIANPRENEUR. Acara tersebut termasuk dalam gelaran UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang merupakan rangkaian HUT ke-128 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Reza yang memiliki hampir 98.000 followers di akun Instragramnya, mengacu mulai membantu pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya sejak 2014. Saat itu dia sudah membuka kerja sama dengan brand yang sudah besar maupun yang baru merintis. Bahkan saat pandemi Covid-19, dia bersama sejumlah social media influencer lain berinisiatif membantu pelaku UMKM untuk promosi.
“Itu tidak dikenakan biaya apapun. Istilahnya nge-repost doang. Bantuin posting di medsos kita. Saat itu tahun 2020. Ternyata feedback-nya bagus bagi pelaku UMKM, banyak yang beli dan banyak yang lihat produknya,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya, kolaborasi menjadi kunci pelaku UMKM untuk maju di era digital. Sebab, banyak produk UMKM yang belum terekspos, padahal produk tersebut memiliki kualitas yang baik.
Reza pun berbagi kiat agar pelaku UMKM dapat mengoptimalkan medsos untuk mengekspos produknya. Menurutnya, pelaku UMKM harus memiliki ketertarikan besar terhadap medsos. Sebab, untuk mempromosikan produk melalui medsos, langkahnya lumayan panjang, alias tidak instan.
Baca Juga
Produk UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 Tuai Pujian Presiden Jokowi
Sebelum menggunakan medsos untuk memasarkan produk, pelaku UMKM harus tahu seperti apa branding dari produknya. Pelaku UMKM harus memetakan target market, audiens, kompetitor, serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan kompetitor. Jadi pelaku UMKM yang menggunakan medsos dalam berbisnis, tahu bagaimana menempatkan diri di platform tersebut seperti apa ke depan.
“Misal branding-nya keripik paling pedas. Di medsos, seperti Instagram, bisa diberi foto-foto nuansa merah. Nanti disamakan dengan target market. Misal target market pasti ngincar orang-orang yang suka pedas karena kripik paling pedas. Jadi tinggal menyasar ke audiens yang suka pedas. Dan tergantung kita ingin dikenal seperti apa. Kita harus punya tujuannya, punya target. Produk itu seperti diberi nyawa,” ujarnya.
Kemudian dalam mengekspos produk melalui medsos, pelaku UMKM harus konsisten. Sebab dinamika bisnis melalui medsos sangat cepat. Melalui platform medsos, pelaku UMKM minimal mem-posting satu konten setiap hari.
Hal ini agar brand dan produk terkait tetap berada “di permukaan”. Oleh karena itu, content creator perlu membuat rencana matang berkelanjutan. “Misalnya bikin daftar membuat konten selama 30 hari ke depan. Minggu pertama terkait produk, berikutnya soal tempat kita berjualan, kemudian testimoni konsumen, dan selanjutnya,” ujarnya.
Reza menambahkan, produk yang dipasarkan harus memiliki identitas yang kuat. Oleh karena itu aktivitas campaign yang efektif menjadi penting. “Perlu campaign yang efektif. Yang bisa engage dengan target audiens dan lebih interaktif dengan mereka," lanjutnya.
Baca Juga
Selain itu agar produk yang dipasarkan melalui platform medsos tetap eksis, UMKM harus mampu memanfaatkan tren di masyarakat. “Tapi tetap harus mempertahankan branding-an dan mengikuti tren masyarakat. Jangan jadi kehilangan identitas. Ada tren yang bisa dipakai di produk kita, misalnya, ya dipakai saja dengan identitas produk yang sama,” jelasnya.
Tahun ini, BRI mengajak 700 UMKM terkurasi yang meliputi 378 UMKM pendaftar baru, 122 UMKM alumni BRILIANPRENEUR, 6 UMKM binaan Perusahaan Anak seperti Pegadaian, PNM dan BRI Ventures, 150 UMKM Local Heroes yang telah menjadi market leader dengan harapan dapat memperluas bisnis dan terkoneksi untuk berkolaborasi dengan UMKM lainnya.
Kemudian 32 UMKM member SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia), 12 UMKM SMExcellence binaan Kementerian Koperasi & UKM. UKM tersebut berasal dari berbagai daerah yang akan menampilkan produk-produk terbaru dan terbaik mereka.
Aspek kurasi yang dilakukan meliputi desain inovasi produk, dampak sosial dan lingkungan, kemampuan ekspor, pencapaian UMKM, dan apresiasi yang pernah diraih oleh UMKM pendaftar. UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 menampilkan UMKM Indonesia yang telah dikurasi dan memenuhi standar global, namun tetap bertumpu pada sumber daya lokal, pemberdayaan komunitas lokal, dan kepedulian lingkungan.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 menjadi salah satu langkah konkret perseroan sebagai lembaga keuangan yang turut bertanggung jawab memajukan UMKM Indonesia. BRI melihat adanya peluang besar bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke pasar global. Hasil karya anak bangsa dinilai memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara-negara lain.
Di samping economic value creation, Sunarso menjelaskan bahwa event ini juga menjadi perwujudan komitmen BRI untuk meningkatkan social value creation dengan berperan aktif dalam mendorong kemajuan, peningkatan kapabilitas serta kualitas UMKM di Indonesia.
Melalui pameran ini, UMKM diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan diri berani tampil di pasaran mancanegara, dan menguatkan pemasaran di pasar lokal melalui perluasan channel penjualan di platform e-commerce. “Melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, kami berharap dapat memberikan dampak positif dan meluas pada kemajuan dan pengembangan kapasitas serta kualitas UMKM Indonesia,” ujar Sunarso

