Menko Luhut: Elon Musk Resmikan Starlink di Puskesmas Minggu Lusa
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan peresmian layanan Starlink di Indonesia akan dilakukan pada Minggu, (19/5/2024).
Luhut mengungkapkan, peresmian layanan Starlink di Indonesia akan digelar di salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Denpasar, Bali. Chief Executive Officer (CEO) SpaceX Corp Elon Musk dipastikan hadir dalam acara peresmian tersebut.
“Hari Minggu [19/5/2024] dia datang, mudah-mudahan tidak ada perubahan puskesmas mana Denpasar dia datang,” ujarnya di Denpasar, Jumat (17/5/2024).
Selain meresmikan layanan Starlink, Musk juga akan berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya terkait rencana investasi Tesla Inc dan Space X di Tanah Air. Termasuk rencana investasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Baca Juga
“Kita lihat besok, saya mau bincang-bincang sama dia, sudah pasti Starlink beroperasi di IKN Nusantara. [Bicara] investasi baterai [mobil listrik] dan segala macam,” ungkapnya.
Puskesmas dipilih menjadi lokasi peresmian layanan Starlink lantaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menggunakan layanan internet berbasis orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) itu untuk memberikan akses internet puskesmas di pelosok.
Kemenkes mencatat saat ini ada 745 puskesmas di seluruh Indonesia yang belum terhubung jaringan internet. Kehadiran Starlink diharapkan bisa menjadi solusi dari permasalahan ini.
Sebelumnya, Luhut sempat menyatakan bahwa Starlink bakal digunakan untuk membantu layanan publik, khususnya Kesehatan dan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Dengan adanya Starlink komunikasi kita di daerah terpencil itu akan sangat bagus. Jadi, nanti masalah kesehatan dan pendidikan akan sangat-sangat banyak terbantu,” katanya ketika ditemui usai Konferensi Pers Ekspedisi Bersama Indonesia - OceanX, di Badung, Bali, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga
Menurut Luhut, persoalan akses internet yang belum merata sebenarnya tidak hanya di luar Jawa. Masih ada beberapa titik di Jawa yang belum tersentuh akses internet dan Starlink diharapkan bisa menjadi solusi.
“Banyak area di Indonesia ini yang enggak di-cover [akses internet]. Di selatan Jawa itu masih banyak daerah yang belum terhubung dengan baik. Di Bali pun masih ada area-area yang spot-nya enggak bagus. Jangankan di Papua, NTB [Nusa Tenggara Barat], dan Nusa Tenggara Timur [NTT],” ujarnya.
Terkait dengan kehadiran Starlink yang dikhawatirkan mengancam operator telekomunikasi nasional, Luhut menegaskan kompetisi merupakan sebuah keniscayaan. “Semua kan harus berkompetisi,” tegasnya.

