Kejar Target NZE 2060, Simak 3 Tahap Pengembangan Pasar Hidrogen RI
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun peta jalan (roadmap) Strategi Hidrogen Nasional guna mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060. Dalam roadmap ini, pemerintah menyusun tiga tahapan pengembangan pasar hidrogen.
Koordinator Keteknikan dan Lingkungan Aneka EBT Kementerian ESDM, Tony Susandy menyebutkan, Strategi Hidrogen Nasional bertujuan untuk mewujudkan ekonomi hidrogen, yang berkontribusi pada transisi energi dan berperan penting dalam dekarbonisasi sistem energi global.
“Ada beberapa hal yang menjadi fokus dari strategi hidrogen nasional. Bahwa kita ingin dengan strategi hidrogen nasional ini target NZE tercapai, bisamenciptakan green jobs, penetrasi EBT bisa lebih tinggi, dan seterusnya,” kata Tony Susandy dalam Investortrust Future Forum: Menggali Potensi Besar dan Masa Depan Mobil Hidrogen, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga
Kemenko Perekonomian: Indonesia Berpotensi Kembangkan Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen
Diterangkan oleh Tony, tujuan lain dari dibuatnya Strategi Hidrogen Nasional ini termasuk juga untuk mendorong investasi asing di industri hijau di Indonesia terkait hydrogen, agar semakin meningkat. Disampaikan bahwa saat ini sudah semakin banyak MoU yang ditandatangani antar berbagai pihak.
“Termasuk di antaranya adalah BUMN kita seperti Petamina dan PLN untuk pengembagan proyek-proyek hidrogen ke depan,” sebut Tony.
Tahap pertama Strategi Hidrogen Nasional adalah pada saat ini sampai 2030. Dalam kurun waktu tersebut akan dibuat strategi, roadmap, kebijakan, peraturan, formulasi insentif, kebijakan pasar, serta regulasi teknis seperti standardisasi, perizinan, dan lain-lain.
Baca Juga
Selain itu akan dilakukan juga pilot project untuk sektor ketenagalistrikan. Begitupun dengan uji coba sektor transportasi, dan penyimpanan hidrogen. Serta akan dilakukan penjajakan potensi ekspor hidrogen.
Kemudian, tahap kedua adalah medio 2030-2040. Adapun kegiatan yang akan dilakukan meliputi transisi pilot project ke arah ekspansi komersial, fokus produksi hidrogen bersumber dari EBT (elektrolisis dan panas bumi), serta pengurangan bertahap hidrogen SMR Infrastruktur transportasi hidrogen antar pulau berkembang.
Di tahap kedua ini juga akan dilakukan pengembangan hidrogen untuk transportasi berat jarak jauh secara komersial, lalu berkembangnya Hidrogen Refuelling station berkembang yakni di Jawa dan Kalimantan, ekspor hidrogen, dan diversifikasi hidrogen untuk kendaraan kecil.
Terakhir tahap ketiga diproyeksikan terjadi pada tahun 2040 hingga seterusnya. Pada tahap ini EBT mendominasi sistem energi Indonesia, berkembangnya ekosistem pasar hidrogen domestik, diversifikasi hidrogen pada sektor transportasi (truk, pesawat, bus).
Kemudian pada 2060, jaringan listrik di Indonesia ditargetkan akan terdekarbonisasi, ekspor hidrogen rendah karbon signifikan, serta teknologi dan produksi hidrogen mencapai keekonomian.

