Peta Wisata Storytelling Joglosemar Bakal Dirilis, Ternyata Ini Isinya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan peta jalur wisata berbasis cerita atau storytelling untuk kawasan Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) bertajuk ‘Historical Trail of Joglosemar’.
Peta jalur wisata ini merupakan seri ke-2 setelah sebelumnya pada tahun 2021 Kemenparekraf memperkenalkan peta serupa untuk daerah Borobudur, yang bernama Borobudur Trail of Civilization (BToC) dengan sembilan subtema aktivitas yang tersebar di seluruh desa di kawasan Borobudur.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peta jalur wisata budaya ini akan mengemas kekuatan Joglosemar berupa sejarah dan warisan budaya yang telah ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Baca Juga
Libur Waisak, Hotel dan Penginapan di Candi Borobudur Ludes Terjual
Peta tersebut juga memuat jalur transportasi dan komoditas utama pada masa awal modernisasi, kota-kota lama, serta hidangan tradisional legendaris yang ada di kawasan Joglosemar.
“Pola perjalanan ini akan memiliki unsur edukasi, experience [pengalaman], dan entertainment [hiburan] pada empat jalur wisata tematik yang dapat dicoba oleh wisatawan sebagai pilihan aktivitas baru di Kawasan Joglosemar,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima oleh Investortrust pada Rabu (15/5/2024).
Sementara itu, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf Itok Parikesit, mengatakan jalur wisata budaya ini akan dikembangkan dengan mengedepankan implementasi prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan juga akan melakukan kolaborasi hexahelix.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Otoritas Khusus untuk Kelola Candi Borobudur
“Kami berharap melalui pola perjalanan ini dapat memberikan multiplier effect [efek pengganda] bagi para pelaku wisata, UMKM [Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah] dan menjadikan masyarakat lokal sebagai pengelola parekraf di kawasan Joglosemar,” katanya.
Itok menambahkan hal ini sejalan dengan target capaian Kemenparekraf yang berusaha menciptakan 4,4 juta lapangan kerja pada 2024 guna mendorong perekonomian nasional.

