Bos BCA dan Nicholas Saputra Berbagi Ilmu di Undip
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Armand W Hartono berbagi ilmu dengan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) lewat kuliah umum di Gedung Prof Sudarto SH, Undip, Semarang, Selasa (7/5/2024). Acara ini dilengkapi talk show yang menghadirkan aktor sekaligus Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra.
Kuliah umum berjudul Survival Leadership, Facing Uncertainties itu merupakan bagian dari program BCA Berbagi Ilmu yang dihelat di sejumlah kota, termasuk Semarang. Sedikitnya 700 mahasiswa Undip berpartisipasi pada acara tersebut.
Armand Hartono mengungkapkan, kunci utama menghadapi perubahan adalah survivability, yaitu kemampuan beradaptasi di tengah perubahan yang sedang berlangsung.
"Menjadi pemimpin, kita harus bisa cepat tanggap dalam beradaptasi di era modern yang dinamis. Salah satu cara BCA adalah mendengarkan berbagai feedback nasabah yang mendorong kami terus berinovasi demi menjawab kebutuhan mereka," ujar Armand dalam keterangan resmi, Jumat (10/5/2024).
Baca Juga
Pada sesi talkshow, Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra menekankan, kepemimpinan dan kreativitas dapat tumbuh dari masa-masa paling sulit, seperti yang terjadi di dunia perfilman.
"Salah satu yang paling penting adalah daya tahan. Saya merasa daya tahan ketika kita bekerja, ketika kita menginginkan sesuatu, menjadi kunci karena hidup itu panjang, karier itu panjang, meskipun kadang kita juga harus belajar sprint," ujar dia.
Nicholas menambahkan, tak kalah penting adalah pendidikan. Itu sebabnya, di tengah kesibukannya bermain film, Nicholas tetap menyempatkan diri untuk kuliah di jurusan arsitektur.
"Pendidikan bisa diambil dari mana saja, baik formal maupun informal. Semua itu diperlukan untuk menumbuhkan kepemimpinan dalam diri kita,” tutur dia.
Program Unggulan
Menurut EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, BCA Berbagi Ilmu termasuk program unggulan Bakti BCA pada pilar Bakti Pendidikan.
“Program ini digelar untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pendidikan Berkualitas, serta menyiapkan generasi muda berkualitas dan berdaya saing untuk menghadapi puncak bonus demografi pada 2030,” papar dia.
Hera menjelaskan, program BCA Berbagi Ilmu dibuka pada 3 Mei 2024 di Binus University, Jakarta. Jajaran direksi BCA lainnya juga akan hadir membawakan berbagai topik terkait teknologi, industri keuangan, dan perbankan di sejumlah universitas, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sriwijaya Palembang, dan Universitas Udayana Bali.
Selain itu, kata Hera, program BCA Berbagi Ilmu bakal menghadirkan kegiatan Student Banking Tour yang akan mengajak sejumlah siswa SMA belajar mendalami materi perbankan dan literasi keuangan seraya berkunjung langsung ke kantor cabang BCA. “Ada pula kegiatan pemberdayaan bagi penyandang difabel,” tutur dia.
Dia mengemukakan, rangkaian kuliah umum BCA Berbagi Ilmu pada 2023 dilaksanakan di lima universitas dan diikuti 3.000 lebih mahasiswa. Sedangkan kegiatan Student Banking Tour disemarakkan oleh kehadiran 900 lebih siswa-siswi dari 18 sekolah.
“Itu belum termasuk 30 penyandang difabel yang turut diberdayakan melalui pembekalan keterampilan, bazaar karya, dan tur ke kantor cabang BCA,” ucap dia.
Baca Juga
Ini Upaya BCA Kelola Sumber Daya Perusahaan hingga Capai Hasil Optimal
Hera Haryn mengatakan, BCA Berbagi Ilmu di bawah payung Bakti BCA menjadi bentuk dukungan BCA kepada generasi muda untuk menjadi SDM unggul dan memberikan kontribusi kepada ekonomi Indonesia.
Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), Hera menjelaskan, Indonesia diperkirakan memasuki masa bonus demografi dengan periode puncak pada 2030. Hal itu ditunjukkan jumlah penduduk usia produktif yang mencapai dua kali lipat jumlah penduduk usia anak dan lanjut usia.
"Kami percaya investasi terbaik bagi generasi muda ini adalah Pendidikan. Karena itu, Bakti BCA berkomitmen terus memfasilitasi mereka dengan berbagai bentuk dukungan," tandas Hera.

