KKP Bawa 34 UMKM Binaan Unjuk Gigi pada Ajang IISM dan ICC Expo
JAKARTA, investortrust.id- Sebanyak 34 UMKM binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengikuti International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo and Indonesia Cold Chain Expo di Jakarta International Expo (JIexpo).
Pameran tersebut dinilai sebagai kesempatan bagi 34 UMKM pengolah ikan, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, untuk mempromosi kualitas produk pengolah ikan mereka.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo mengatakan, pada ajang itu UMKM dapat memamerken produknya kepada para agen, distributor makanan, hotel restoran dan katering (HOREKA), koki dan profesional kuliner, industri sistem rantai dingin dan industri kemasan.
"Selain itu, IISM and cold chain expo dapat membuka peluang UMKM untuk bisnis baru, belajar tentang tren dan teknologi terkini, serta terhubung dengan rekan-rekan industri," ucap Budi Sulistiyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/5/2024).
Baca Juga
Harga Sempat Anjlok, KKP Ambl Tindakan Stabilkan Harga Ikan di Aceh
Budi optimistis UMKM perikanan bisa menghasilkan produk berkualitas. Hal ini terlihat dari Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) yang telah mereka kantongi serta sejumlah sertifikat lain seperti Halal dan SNI.
Dikatakannya, pada pameran dagang tertua di Indonesia untuk industri makanan laut dan daging ini, jajarannya juga menghadirkan produk tuna yang dihasilkan oleh UMKM.
"Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang kami terima, ada buyer dari Singapore yang berminat terhadap albumin, lalu ada distributor besar dari Jakarta yang ingin mengambil produk patin dan bandeng dari Gresik," terangnya.
Baca Juga
Pendapatan Tembus Rp 1 Triliun, Rugi Bersih Pemilik Hotel Gran Melia (SSIA) Kok Membengkak?
Dalam ajang ini, Ditjen PDSPKP juga melakukan uji produk 6 UMKM terpilih. Keenam UMKM tersebut sebelumnya telah mengikuti program Uji Terap Teknik Pengolahan dan Pemasaran (UTTPP) yang dilakukan Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP).
"Disini kita juga buka layanan publik sekaligus mengukur seberapa besar penerimaan terhadap inovasi dari balai (BBP3KP), jadi tester produknya kita bagi ke pengunjung," tandas Budi.

