Harga Sempat Anjlok, KKP Ambl Tindakan Stabilkan Harga Ikan di Aceh
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemprov Aceh berhasil menstabilkan harga ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh, yang sempat anjlok beberapa waktu lalu. Kini, harga ikan di Kawasan tersebut berangsur membaik.
Berdasarkan data terbaru, harga ikan layang mulai merangkak naik dari semula Rp 5.000 per kilogram (Kg) menjadi Rp 8.000 - Rp 10.000 per kg. Begitu juga dengan harga ikan deko naik dari Rp 3.000 per kg menjadi Rp 7.000 per kg.
Baca Juga
KKP Selamatkan 99.648 Ekor Benih Lobster Selundupan Senilai Rp 14,9 Miliar
"Kami terus memantau harga ikan di Pelabuhan tersebut. Setelah mendengar harganya jatuh, kami langsung lakukan sejumlah langkah taktis bersama dengan Pemprov dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan," ucap Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo dalam keterangannya, Jumat (10/5/2024).
Adapun sejumlah langkah yang dilakukan untuk menstabilkan harga ikan di Aceh, yaitu mencari Unit Pengolah Ikan (UPI) ikan beku di luar Aceh untuk menyerap tangkapan nelayan di PPS Lampulo.
Tak hanya itu, pihaknya juga menggandeng produsen tepung ikan untuk turut memaksimalkan tangkapan nelayan yang tak layak konsumsi guna dijadikan bahan baku. Termasuk berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau sekaligus mengawal pergerakan harga ikan.
"Kami tidak berdiam diri, karena pesan Bapak Menteri jelas bahwa kita harus berpihak ke nelayan. Jangan sampai hasil tangkapan mereka dihargai kurang proporsional," ungkap Budi.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi di Aceh, pasca lebaran sekitar 60 kapal berangkat menangkap dan kembali pada saat yg hampir bersamaan. Jumlah ini melebihi kondisi normal yang biasanya 10-15 kapal.
Baca Juga
Budi memastikan terkait viralnya pembuangan ikan yang rusak di kapal tidak dilakukan oleh nelayan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan tindakan petugas untuk membersihkan ikan yang telah membusuk sekaligus menghindari bau serta penyebaran penyakit.
Selama ke PPS Lampulo, Budi berdialog dengan dinas, nelayan dan pedagang. Hasilnya, Dinas Kelautan dan Perikanan berencana melakukan percontohan penerapan freezer di kapal dan kemudian mendapatkan sambutan baik pemilik kapal untuk dijadikan percontohan sebagai upaya peningkatan kualitas hasil tangkapan.

