Aprindo Proyeksi Kinerja Ritel Modern di Kuartal II-2024 Akan Anjlok, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey memperkirakan pertumbuhan kinerja ritel modern pada kuartal II-2024 akan menurun jika dibandingkan pada kuartal I kemarin. Ia menyebut angka pertumbuhannya di kisaran 4-5%.
Adapun, Roy menyebutkan kalau kinerja ritel modern pada kuartal I-2024 adalah sebesar 5-7%. Salah satu yang menopang angka itu adalah kontribusi dari LNPRT (Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga) atau belanja partai politik saat masa Pemilu kemarin.
"Pertumbuhan ritel di kuartal II maka otomatis di ritel akan turun menjadi 4-5%. Jadi lebih tipis marginnya," ucap Roy saat konferensi pers di Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2024).
Baca Juga
Tak Masalah Buka 24 Jam, Aprindo Soroti Warung Madura Jual Gas hingga Miras
Roy pun mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat proyeksi kinerja ritel modern pada kuartal II-2024 ini menurun. Di antaranya adalah masyarakat mengurangi tingkat konsumsinya, terutama pada konsumsi rumah tangga setelah melewati perayaan Idulfitri.
"Di setiap tahunnya masyarakat mengencangkan ikat pinggang, menahan belanja karena untuk memasuki persiapan di Juni-Juli untuk biaya sekolah. Yang sudah jor-joran pakai THR untuk belanja kemarin, itu pasti dihabiskan, jadi saat ini mereka hemat-hemat," terangnya.
Adapun faktor lainnya yang menyebabkan kinerja ritel modern akan lebih rendah yakni kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6,25% yang membuat masyarakat lebih mementingkan untuk mengalokasikan uang untuk membayar cicilan rumah serta kendaraan pribadi.
Baca Juga
Soal Janji Manis Zulhas Segera Bayar Rafaksi, Aprindo: Kami Hanya Minta Kepastian
"Daripada kehilangan rumah, mobil, kehilangan motor, mendingan konsumsinya yang dikurangi. Bukan makan 3 kali jadi makan 1 kali ya, enggak. Tapi makan misalnya lauknya 4 atau 5, sekarang lauknya 2 saja," tandas Roy.

