Masih Dikaji, Prorgram B40 Kemungkinan Belum Diterapkan Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah kemungkinan belum menerapkan program biodiesel 40% (B40), karena masih dalam tahap kajian.
“Masih dalam tahap kajian-kajian,” kata Plt Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Jisman Hutajulu saat ditemui dalam Seminar Tantangan Industri Bioenergi, Selasa (27/2/2024).
Baca Juga
Rights Issue Harita Nickle (NCKL) bisa Capai Rp 21,9 T, Bagaimana Dampaknya?
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan. Ia menyebut belum mendengar arahan dari pemerintah untuk penerapan B40 yang saat ini masih dalam tahap uji coba. “Belum, kecuali kalau ada perubahan mendadak. Tapi sementara ini belum. Tahun ini belum,” ujar Ernest.
Lebih lanjut, Ernest menyampaikan, Aprobi sejatinya hanya tinggal menunggu arahan dari pemerintah untuk penerapan B40. Namun, perlu pembahasan beberapa hal sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Baca Juga
Ekspor Biodiesel Indonesia Turun 70%, Pemerintah Ungkap Sejumlah Faktor Ini
“Tapi sejauh ini sih, kita hanya menunggu saja dari pemerintah. Tapi sebelumnya kan pastinya ada pembahasan lebih lanjut tentang spesifikasi apakah tetap sama dengan B35 ataupun ada improvement. Mungkin itu saja sih,” jelas dia.
Sebagai informasi, B40 merupakan biodiesel yang mengandung fatty acid methyl ester atau FAME minyak kelapa sawit sebesar 40% dalam komposisi BBM solar. Saat ini pemerintah Indonesia masih menerapkan biodiesel 35% (B35) sebagai bahan campuran BBM diesel produk Pertamina.

