Jargas Solusi Tepat Kurangi Subsidi LPG dan Cegah ‘Over Supply’
JAKARTA, investortrust.id – Program perluasan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi beban subsidi LPG dan kelebihan pasok (over supply) gas produksi dalam negeri.
“Pak Presiden Jokowi telah mencanangkan 2,5 juta jaringan baru jargas pada 2024-2025 untuk mengurangi beban subsidi LPG. Ini program yang sangat bagus,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Algas Mitra Sejati, Alhadiid dalam podcast Konvergensi yang dipandu CEO Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu di Jakarta, Jumat (3/5/2024).
Pemerintah tahun ini mematok target subsidi energi sebesar Rp 189,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 87,4 triliun dialokasikan untuk subsidi LPG 3 kg.
Baca Juga
Diperkirakan Kewalahan Subsidi LPG Sudah Rp 120 Triliun, Solusi Pindah ke Jargas
Subsidi energi terdiri atas BBM bersubsidi jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak tanah, minyak solar, dan LPG tabung 3 kg dengan kuota masing-masing 0,5 juta kilo liter (kl), 17,8 juta kl, dan 8,03 juta metrik ton (MT).
Menurut Alhadiid, jika program jargas diperluas ke seluruh Indonesia, beban subsidi LPG akan turun signifikan. Hal itu terjadi karena jargas akan banyak terserap rumah tangga, termasuk yang selama ini mengonsumsi LPG 3 kg. “Jargas diminati karena sangat ekonomis dan aman,” ujar dia.
Alhadiid menambahkan, bukan hanya menekan subsidi LPG, program jargas juga bisa menjadi solusi kelebihan pasok (over supply) gas produksi dalam negeri dan impor LPG yang saat ini menjadi kekhawatiran banyak pihak.
Dia mengungkapkan, gas merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang sangat ekonomis. Alhasil, pemanfaatan gas untuk rumah tangga merupakan tahapan penting dalam transisi energi, sebelum masyarakat beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT).
PT Algas Mitra Sejati, kata Alhadiid, menjadi bagian penting dari program jargas yang dicanangkan pemerintah. “Kami siap menyuskseskan program jargas yang sedang digalakkan pemerintah dan akan diperluas ke seluruh Indonesia,” tandas dia.
Algas Mitra Sejati merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perakit, perekayasa, atau sistem integrator untuk alat ukur minyak dan gas bumi. Algas berperan pada sisi distribusi kepada pelanggan.
“Jadi, sebelum gas itu masuk ke pelanggan, harus ada yang namanya metering atau gardunya. Kami merakit dan mengintegrasikan gardunya ini. Kami lakukan fabrikasi, gardu untuk gas bumi atau metering regulating station (MRS),” papar dia.
Alhadiid menerangkan, dalam sistem integrator terdapat meter gas, regulator gas, serta filtering gas agar gas yang akan masuk ke pabrik sudah betul-betul bersih. Algas berperan merakit dan memfabrikasi alat tersebut. “Sebelum gas masuk ke pabrik harus dipasang alat itu terlebih dulu,” tutur dia.
Baca Juga
Alhadiid menjelaskan, Algas dipercaya membantu pelaksanaan proyek jargas. “Kami menyuplai meter gas, regulator gas, dan untuk konstruksi pipa gasnya,” ucap dia.
Jargas, menurut Alhadiid, sudah masuk wilayah Jabodetabek. Di Sumatera, jargas sudah ada di Medan, Aceh, Palembang, dan Prabumulih. Sedangkan di Kalimantan, jargas sudah ada di Pekanbaru.
“Jargas rencananya akan dibangun di IKN. Di IKN, kami dapat beberapa kontrak untuk membangun jaringan pipa gas. Masih baru, jadi masih gampang, karena belum banyak utilitas-utilitasnya,” ujar dia.

