Pemerintah Mau Panggil Publisher dan Developer Gim, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berencana memanggil pengembang (developer) dan penerbit (publisher) gim di Tanah Air seiring dengan banyaknya keluhan dari masyarakat terhadap gim daring yang mengandung unsur kekerasan.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Usman Kansong mengatakan seluruh pengembang dan penerbit gim akan dipanggil. Tidak terbatas pada penerbit atau pengembang gim yang mengandung unsur kekerasan.
“Rencananya akan kita panggil pengembang dan penerbit game [gim], akan kita lakukan. Sekaligus sosialisasi Permenkominfo [Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika] yang baru,” katanya dalam sebuah diskusi bersama awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2024).
Permenkominfo yang dimaksud Usman adalah Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) Nomor 2/2024 tentang Klasifikasi Gim. Beleid tersebut mengklasifikasikan gim berdasarkan kelompok usia 3 tahun atau lebih, kelompok usia 7 tahun atau lebih, kelompok usia 13, tahun atau lebih, kelompok usia 15 tahun atau lebih, dan kelompok usia 18 tahun atau lebih.
Baca Juga
“Karena baru diterbitkan Januari [2024] jadi sekarang masih masa transisi. [Beleid] itu juga lebih dahulu diterbitkan dari Perpres [Peraturan Presiden] No. 19/2024 tentang Percepatan Industri Gim Nasional,” tuturnya.
Usman menegaskan pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan terkait maraknya gim daring dengan unsur kekerasan yang banyak dimainkan anak-anak. Karena bagaimanapun juga industri gim berkontribusi terhadap ekonomi digital.
Mengutip Statista, total pendapatan pasar game di Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai US$505,44 dengan rerata pertumbuhan pendapatan per tahun (CAGR) sebesar 8,74%, atau mencapai US$ 649,8 miliar pada 2027.
“Belum tentu [pengembang atau penerbit] gim itu melanggar, mereka comply dengan aturan yang ada. Kita imbau masyarakat concern dengan gim yang dimainkan oleh anak-anak,” tegasnya.
Baca Juga
Khusus untuk gim daring yang mengandung unsur kekerasan, Kemenkominfo akan memeriksa apakah klasifikasi gim tersebut sudah sesuai. Demikian juga dengan unsur-unsur kekerasan yang ditampilkan.
“Senjata itu enggak boleh mirip sekali dengan senjata beneran. Kemudian tidak berdarah-darah itu masih diizinkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pihaknya berencana memanggil para pengembang dan penerbit gim daring, khususnya gim yang berbau kekerasan. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk membahas bagaimana dampak dari gim yang mereka kembangkan atau terbitkan.
“Kami masih kaji lah. Mungkin kita akan sosialisasikan ke mereka [pengembang atau penerbit gim daring], untuk menjelaskan dampaknya karena gim ini sudah ada di seluruh dunia dan Indonesia juga. Dulu juga kita main gim, ya pokoknya kita lihat. Perlu dipertimbangkan karena kita harus menjaga ekosistemnya,” katanya di Depok, Jawa Barat, Kamis (2/5/2024).
Rencana tersebut disampaikan Budi Arie menanggapi permintaan pemblokiran gim daring yang mengandung unsur kekerasan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan masyarakat di media sosial.
Selain itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga sempat bercerita bahwa ada ibu-ibu yang meminta kepada dirinya agar memblokir gim daring dengan unsur kekerasan.
Sebab, anaknya sudah kecanduan dengan gim daring tersebut dan kerap menirukan aksi kekerasan yang ditampilkan. Bahkan, anak tersebut juga meminjam uang ke teman-temannya untuk memainkan gim itu.
Sebagai catatan, keluhan terhadap gim daring dengan unsur kekerasan yang banyak dimainkan oleh anak-anak muncul dari gim Free Fire. Aksi kekerasan di gim tersebut banyak ditirukan oleh anak-anak yang memainkannya.
Selain itu, gim pertempuran terbuka atau battle royale itu juga meresahkan banyak orang tua lantaran membuat anak-anak kecanduan dan menghabiskan uangnya untuk membeli Diamonds. Diamonds merupakan mata uang yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pemain dapat memperoleh kostum, kulit, hewan peliharaan, dan lainnya di Free Fire.
