Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani di Ponorogo hingga 67%
PONOROGO, investortrust.id – Program Electrifying Agriculture (EA) besutan PT PLN (Persero) memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Tanah Air. Salah satunya bagi Kelompok Tani Mekar Sari Desa Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur yang berhasil menghemat biaya operasional hingga 66,66% setelah memanfaatkan listrik PLN menggantikan diesel.
Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Gatot (59) menyatakan, kehadiran listrik ke persawahan dapat lebih menghemat biaya operasional.
“Dengan menggunakan pompa listrik, kami para petani dapat menghemat pengeluaran operasional jika dibanding menggunakan pompa diesel. Biasanya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan pompa diesel adalah Rp 1.500.000, dengan pompa listrik biaya yang dibutuhkan hanya Rp 500.000 sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian,” kata Gatot dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya menyampaikan, kehadiran listrik PLN memungkinkan petani menggunakan sistem pengairan sumur dalam sehingga berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 300.
Baca Juga
“Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400. Di mana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani. Tidak hanya itu, ini juga berkat kerja sama seluruh lapisan,” terang Dydik.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menuturkan, PLN akan selalu mendukung pelaku usaha di sektor agrikultur melalui program EA untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional yang berujung pada pertumbuhan ekonomi. Program ini juga membuat kegiatan usaha dari pelaku bisnis menjadi lebih ramah lingkungan.
“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kami yakin dengan penggunaan berbagai inovasi teknologi agrikultur berbasis listrik membawa pelaku usaha menjadi lebih modern yang membuat produktivitas mereka meningkat signifikan dibandingkan dengan menggunakan energi fosil,” imbuh Darmawan.
Hingga Sabtu (20/4/2024), terdapat 13.967 pelanggan di Kabupaten Ponorogo yang terlibat dalam program EA dengan total daya mencapai 53.020.650 volt ampere (VA). Peningkatan jumlah pelanggan EA menunjukkan tren positif peralihan dari pompa air berbahan bakar diesel ke pompa air listrik yang lebih efisien.
Baca Juga
PLN Berhasil Pulihkan Kelistrikan Pulau Tagulandang Pascaerupsi Gunung Ruang
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menambahkan, elektrifikasi di sektor pertanian sebagai salah satu program ekstensifikasi PLN.
“PLN siap melayani kebutuhan listrik dari berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, dan industri. Sektor pertanian di Jawa Timur memiliki 150.801 pelanggan dengan total daya tersambung 1.202 MVA,” tambah Agus.
“Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan potensi elektrifikasi yang tidak hanya menyasar subsektor tanaman pangan, tetapi juga peternakan dan Perkebunan,” tutup dia.

