Progres Pembangunan Bandara VVIP IKN Capai 36% hingga April 2024
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H. Sumadilaga mengungkapkan, progres pembangunan Terminal atau Bandara VVIP IKN telah mencapai 36% hingga April 2024.
“Kemarin saya (memantau) dengan pak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Itu (Terminal) sudah sekitar 36% (progresnya),” kata Danis saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2024).
Dia meyakini, persiapan bandara VVIP IKN yang hanya membutuhkan waktu 15 menit perjalanan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN itu dapat beroperasi pada bulan Agustus 2024. “(Terminal) Dipakai Agustus nanti insya Allah. Kemarin baru dievaluasi,” lanjut Danis.
Sebelumnya pada Selasa (23/4/2024) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek progres pembangunan Bandara VVIP IKN. Menurut dia, proyek pembangunan Bandara IKN sampai di penghujung April ini masih sesuai rencana dan dikerjakan dengan baik.
Baca Juga
“Sejauh ini, progres pembangunan Bandara IKN berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Melihat perkembangannya, saya optimis bandara ini dapat diujicobakan pada bulan Juli mendatang,” kata Budi Karya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Dalam peninjauan tersebut, dia mengecek sejumlah lokasi, salah satunya titik yang nantinya akan menjadi runway (landasan pacu). “Tadi saya melihat ada satu pekerjaan soil improvement (perbaikan tanah) di beberapa lokasi runway. Secara garis besar, pengerjaannya sudah bagus,” jelas Budi Karya.
Budi Karya menekankan, pembangunan Bandara VVIP IKN dikerjakan dengan sangat serius. Semua pekerja, menurut dia, bekerja secara intensif demi memastikan proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.
Budi Karya turut mengapresiasi para pekerja yang telah menjaga kelestarian alam selama mengerjakan Bandara IKN. “Saya juga senang karena pengerjaan bandara ini tetap mempertahankan kehijauan alam sesuai instruksi dari Pak Presiden,” ungkap dia.
Pada kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Maria Kristi mengharapkan agar Bandara IKN dapat rampung sesuai rencana dan dapat digunakan pada upacara 17 Agustus mendatang.
“Kami juga berharap bandara ini cepat selesai, Juli selesai. Kemudian, ketika perayaan 17 Agustus sudah ada yang bisa mendarat di sini, membawa Bapak (Menhub) juga,” imbuh Maria Kristi.
Sebagai catatan, progres pekerjaan fisik Bandara IKN sampai dengan minggu ke-19 telah mencakup beberapa aspek, di antaranya seperti pekerjaan pilecap, kolom, dan instalasi pipa plumbing Terminal VIP, pekerjaan bored pile, pilecap, kolom, dan instalasi pipa plumbing Terminal VVIP.
Progres pekerjaan fisik selanjutnya adalah pekerjaan pancang dan erection Tower Crane (TC) di Gedung ATC, pekerjaan minipile dan pilecap Gedung Peribadatan, pekerjaan minipile di Gedung Bengkel dan lab karantina, serta pekerjaan cut & fill di jalan akses utama, embung, dan jalan perimeter barat.
Adapun rencana pekerjaan pada minggu ke-20, akan dilakukan pekerjaan lanjutan bored pile, pilecap, dan plat lantai area Terminal VVIP, pekerjaan lanjutan bored pile, pilecap, dan plat lantai di Gedung Terminal VIP, pekerjaan lanjutan pondasi pancang dan pilecap di Gedung ATC, serta pekerjaan lanjutan cut & fill.
Baca Juga
“Kemudian, untuk mempercepat proses pembangunan Bandara IKN, telah dilakukan penambahan tenaga kerja dari 367 orang menjadi 458 orang pada bulan April. Selain itu, untuk mempermudah akses logistik, jalan akses utama juga diharapkan bisa selesai pada awal Mei 2024 mendatang,” pungkas Budi Karya.
Sebagai informasi, Bandara IKN punya luas terminal 7.350 m2 dan luas area bandara 347 hektare. Konsep desain terminal bandara ini akan memadukan unsur kearifan lokal yang menonjolkan budaya Kalimantan dan berorientasi ramah lingkungan.
Dengan runway sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter, Bandara IKN dapat didarati oleh pesawat berbadan besar, seperti tipe Boeing 777-3000ER dan Airbus A380.

