Konflik Iran-Israel Picu Penguatan Harga Batubara, akan Sama Seperti saat Perang Rusia-Ukraina?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) bulan April 2024, yang mana mengalami penguatan.
Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menyebut, penguatan harga ini dipicu oleh sentimen akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang sedang terjadi, yakni antara Iran dengan Israel. Namun, ia menilai kenaikan ini tidak akan sama seperti saat perang Rusia-Ukraina.
“Kenaikan harga ini diperkirakan tidak akan sama seperti di 2022 waktu awal konflik Rusia-Ukraina. Pada waktu itu, dampaknya langsung ke pasokan ke Eropa,” kata Hendra Sinadia saat dihubungi investortrust.id, Kamis (25/4/2024).
Hendra menjelaskan, sebelum konflik Rusia-Ukraina terjadi, harga batubara memang dalam tren merangkak naik akibat permintaan yang tinggi. Hal itu dikarenakan dunia sedang dalam masa pemulihan ekonomi pasca Covid-19, sedangkan produksi batubara belum kembali ke normal.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Teken Pembelian 600 Ribu Ton Batubara Atlas Resources (ARII)
“Apalagi awal 2022 juga ada ekspor ban sementara dari RI yang turut mendorong harga. Kemudian konflik Rusia-Ukraina 24 Februari, di mana Uni Eropa menghentikan impor dari Rusia sehingga mendorong harga dan lain-lain faktor,” kata Hendra.
Sementara Hendra menyebut bahwa konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah sekarang tidak langsung terpengaruh ke pasokan, kecuali logistik. Maka dari itu, penguatan harga batubara pun tidak akan seperti di tahun 2022.
Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, HBA dalam kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 12,26%, total sulphur 0,66%, dan Ash 7,94 ditetapkan pada angka US$ 121,13 per ton.
Baca Juga
Tren Ekspor Batubara Diprediksi Melemah Seiring Penerapan EBT
Selanjutnya, ditetapkan HBA untuk komoditas Batubara I, dalam kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, Total Moisture 21,32% Total Sulphur 0,75%, dan Ash 6,04%.
Harga acuan untuk komoditas Batubara II dalam kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, Total Moisture 35,73%, Total Sulphur 0,23% dan Ash 3,90% ditetapkan pada besaran US$ 57,17 per ton.
Selain itu, Kementerian ESDM juga menetapkan harga acuan untuk Batubara III, dalam kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, Total Moisture 44,30%, Total Sulphur 0,24% dan Ash 3,88%, pada angka US$ 36,32 per ton.

