Konflik Iran-Israel, Bagaimana Proyeksi Harga Nikel Bulan Mei 2024?
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) telah merilis Harga Mineral Acuan (HMA) bijih nikel kadar tinggi (saprolit) dan bijih nikel kadar rendah (limonit) untuk bulan Mei 2024. Mereka pun memproyeksikan bahwa harga nikel akan menguat.
“Harga nikel naik. Harga Patokan Mineral (HPM) Mei mulai naik,” ujar Ketua Bidang Perijinan DPP APNI, Ense da Cunha Solapung, saat dihubungi investortrust.id, Kamis (25/4/2024).
Ense menjelaskan, salah satu faktor yang melatarbelakangi kenaikan harga nikel ini memang konflik geopolitik Iran dengan Israel. Pasalnya, nikel menjadi salah satu item dalam produksi peralatan perang, seperti senjata dan lain sebagainya.
“Selain itu, Tiongkok dan negara lainnya mulai lakukan pembangunan infrastruktur sehingga nikel menjadi komoditi yang dibutuhkan. Apalagi masa tenggang waktu oversupply sudah lewat,” terang dia.
Baca Juga
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh APNI, HMA nikel sebesar US$ 17.472,38 per dry metric ton (dmt). HMA tersebut lebih tinggi dibanding bulan April ini yang sebesar US$ 17.424,52/dmt.
Adapun nikel kadar 1,60% dan Corrective Factor (CF) 17%, Moisture Content (MC) 30% (FOB) sebesar US$ 33,27 per wmt, dan MC 35% (FOB) sebesar US$ 30,89 wmt.
Nikel kadar 1,70% dan CF 18%, MC 30% (FOB) sebesar US$ 37,43 per wmt, dan MC 35% (FOB) sebesar US$34,75 wmt. Nikel kadar 1,80% dan CF 19%, MC 30% (FOB) sebesar US$ 41,83 per wmt, dan MC 35% (FOB) sebesar US$ 38,84 wmt.
Nikel kadar 1,90% dan CF 20%, MC 30% (FOB) sebesar US$ 46,48 per wmt, dan MC 35% (FOB) sebesar US$ 43,16 wmt. Nikel kadar 2,00% dan CF 21%, MC 30% (FOB) sebesar US$ 51,37 per wmt, dan MC 35% (FOB) sebesar US$ 47,70 wmt.

