OCS Beberkan Sejumlah Tantangan Bisnis ‘Facility Management’ Pascapandemi
JAKARTA, investortrust.id - Penyedia layanan facility management baik domestik maupun global menghadapi tantangan yang sama dalam industri, yakni bagaimana bisa memberikan solusi yang tepat bagi para pengguna jasa di tengah segala disrupsi yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir pascapandemi.
Disampaikan Yohanes Jeffry Johary, Managing Director OCS Indonesia, disrupsi pascapandemi terjadi seiring meningkatkan kesadaran para penerima layanan facility management terkait isu sustainability atau keberlangsungan, serta ESG (environment, social & governance).
“Faktor lainnya seperti isu perubahan iklim, transformasi digital serta norma-norma sosial yang berkembang, yang telah mengubah tatanan industri, dan menghasilkan tantangan baru bagi penyedia layanan facility management,” kata Jeffry dalam kesempatan diskusi bertajuk “Global Facilities Management Trends in the 2024 Indonesian Market” yang digelar di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Dalam kesempatan tersebut, OCS Indonesia sebagai penyedia layanan jasa dan manajemen fasilitas (FM), berkolaborasi dengan Diversey, bagian dari Solenis, membahas secara mendalam mengenai tren-tren utama dalam industri FM yang relevan dengan berbagai sektor industri di Tanah Air. Kegiatan ini melibatkan peserta meliputi pakar industri, pimpinan perusahaan dari berbagai sektor industri, serta pelanggan key account OCS Indonesia.
Baca Juga
KEK Kesehatan Sanur Dilengkapi ESG Playbook OCS, Diharapkan Tarik Investor Lebih Besar
“Lewat diskusi ini, para pelaku usaha layanan facility management (FM) bisa mendapatkan insight bagaimana menyiasati segala tantangan yang muncul, sehingga berikutnya OCS dan pelaku usaha bisa memberikan solusi yang tepat pada pengguna layanan dan jasa,” kata Jeffry.
Sekadar informasi saja, sebesar 80% bencana yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan terkait perubahan iklim adalah banjir. Penanganan banjir, kata Jeffry, setidaknya membutuhkan dana dengan porsi 0,5% hingga 3% dari Pendapatan Domestik Bruto.
Besarnya porsi bencana banjir akibat perubahan iklim, lanjut Jeffry, ikut mengubah mindset para pelaku industri FM untuk memberikan layanan dan solusi yang tepat bagi para tenant pengguna jasa mereka.
Event penyelenggaraan konferensi FM global perdana di Jakarta yang digelar OCS Indonesia menghadirkan pembicara utama yaitu Frank Ngoh Koh Fui, President SIFMA atau Singapore International Facility Management Association; Ricardo Purba, Chief Operating Officer OCS Indonesia; dan Karel van Gorp, VP Marketing MEA and APAC/ Global VP Consumer Brands dari Diversey.
Sebagai moderator diskusi adalah Andi Saputra, Chief Financial Officer OCS Indonesia, dan Amit Menon, Country Leader Solenis Indonesia, serta panelis diskusi terdiri dari Philippe Auberger dari SiCepat, Mehdi Zaidi dari Maxx Coffee & Sunshine Food Group, Fikri Mohammad Hakim dari The Sanur, dan Baoa Sinaga dari OCS Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari diskusi pada event Singapore Facilities Management Expert Summit yang diselenggarakan oleh SIFMA beberapa waktu lalu, dan membawanya ke dalam konteks lokal pasar FM di Indonesia,” jelas Jeffry.
“Beragam aspek FM kami bahas pada event ini, bagaimana upaya-upaya mengubah tantangan global menjadi peluang. Kami optimis atas diskusi yang mencerahkan ini, dengan ide-ide inovatif, dan berbagi komitmen dalam rangka meningkatkan FM di Indonesia,” imbuhnya.
Diversey sendiri, sebagai bagian dari Solenis menyebut terus meningkatkan solusinya, menawarkan sejumlah produk, layanan, dan teknologi berkelanjutan. Solenis memanfaatkan pengalamannya selama lebih dari 100 tahun untuk menyampaikan solusinya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Amit Menon, Country Leader Diversey Indonesia, menggarisbawahi pada semangat kolaborasi dalam mendorong perkembangan industri FM. “Diversey, bagian dari Solenis, telah menjadi mitra terpercaya OCS Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk berbagi wawasan tentang adopsi produk chemical ramah lingkungan yang dapat terurai alami serta pengurangan plastik, mendukung perkembangan yang terjadi di industri FM,” jelas Amit.

