Fokus ke Bisnis Inti, Cardig (CASS) Bubarkan Usaha Bidang Facility Management
JAKARTA, investortrust.id – Emiten jasa kebandaraan, PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) memutuskan untuk membubarkan salah satu anak usaha yang bergerak di bisnis facility management, PT Cardig Anugra Sarana Bersama CASB).
Direktur CASS Widianawati mengatakan, pembubaran entitas usaha ini merupakan bagian dari langkah restrukturisasi Perseroan agar fokus pada bisnis yang terkait aviasi yaitu jasa penunjang kebandarudaraan.
“Restrukturisasi untuk fokus di bisnis inti sejalan dengan strategi jangka panjang Perseroan,’’ ulas Widianawati dikutip dari keterangan keterbukaan informasi yang dilansir, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga
Anak Usaha Delta Dunia (DOID) Raih Fasilitas Pinjaman US$ 750 Juta
Lebih lanjut dikatakan, pembubaran CASB diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa CASB pada 28 Desember 2023.
CASB merupakan anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,999%, telah diputuskan oleh seluruh pemegang saham untuk membubarkan dan melikuidasi PT Cardig Anugra Sarana Bersama,” imbuhnya.
Tidak ada dampak hukum dan operasional atas kejadian ini terhadap Perseroan secara keseluruhan. “Kami percaya pembubaran dan likuidasi ini akan membawa dampak positif pada profitabilitas, arus kas, dan neraca Perseroan ke depannya,’’ pungkas Widianawati.
Baca Juga
Terkait kinerja, CASS tercatat mencetak lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 61,79% menjadi Rp 146,34 miliar hingga kuartal III-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 90,45 miliar.
kenaikan laba bersih tersebut didukung kenaikan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dari Rp 1,23 triliun menjadi Rp 1,59 triliun. Hal ini membuat laba usaha naik dari Rp 270,40 miliar menjadi Rp 354,62 miliar.
Manajemen CASS menyampaikan, kenaikan laba juga ditopang atas penurunan beban keuangan dari Rp 13,87 miliar menjadi Rp 9,88 miliar. Perseroan juga meraup pendapatan operasi lainnya Rp 13,48 miliar, dibandingkan rugi operasi lainnya periode sama tahun lalu Rp 38,33 miliar.

