Cegah Serangan Siber, Utimaco Tawarkan IT Security Berbasis Ekosistem
JAKARTA, Investortrust.id - Keamanan siber atau cyber security tidak bisa diabaikan dalam perkembangan digital dan teknologi yang melaju cepat. Hal itu diakibatkan tantangan dan modus-modus baru kejahatan siber yang terus bermunculan.
Perusahaan yang bergerak di bidang IT security berbasis di Jerman, Utimaco menyatakan uang menjadi faktor utama para penjahat siber seperti hacker terus mengembangkan kemampuannya seiring perkembangan teknologi. Pola-polanya pun tidak dapat dipetakan secara tegas.
"Peretas akan terus mencobanya kapan saja dan tidak ada polanya. Alih-alih mentransfer ke orang yang tepat, mereka dapat membuat uang di bank ditransfer ke orang yang salah," kata Country Manager Utimaco, Eddie Yong dalam diskusi "Utimaco Day Media Rountable: Cyber Means Business, Assurity and Surefire Data Protection in Today's Digital Reality" di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga
Mantap! KPU Bentuk Gugus Tugas Keamanan Siber sejak Juni 2022
Dia yakin regulator perbankan dan jasa keuangan terus memperbarui aturan untuk meningkatkan keamanan aliran dana masyarakat. Meski demikian, para peretas masih bisa menemukan celah-celah untuk melakukan kejahatan-kejahatan siber, terutama dalam menguras uang para nasabah bank.
Oleh sebab itu Utimaco menyediakan layanan cyber security yang berbasis ekosistem. Tujuannya untuk mentransfer ilmu dengan biaya yang disesuaikan dengan standar negara tersebut.
"Faktor utama adalah membawa orang kami langsung dari Frankfurt, Jerman dengan tujuan otorisasi dan melatih mitra lokal seperti penerapan metrik yang aman dengan biaya yang berlaku di Indonesia. Saya pikir ini lah pembeda utama layanan kami," ucapnya.
Dia menegaskan perbedaan layanan Utimaco ada pada pendampingan sehingga menghadirkan ekosistem yang disesuaikan dengan karakteristik para pelanggannya.
"Jadi ini salah satu cara kami memberikan pelayanan dengan menghadirkan ekosistem sekaligus solusi bagi semua pelanggan. Saya pikir ini adalah pembeda utama kami. Kalau melihat kompetitor kita, mereka tidak, mereka hanya peduli menjual produknya sendiri seperti HSM (Hardware Security Module)," sambungnya.
Sementara itu, Country Manager Securemetric Technology Indonesia, Leo Nugraha Kusuma selaku distributor produk Utimaco di Indonesia menyebut prospek pengembangan bisnis IT security masih terbuka lebar, termasuk di Indonesia.
Baca Juga
Ini yang Dilakukan BSSN untuk Antisipasi Serangan Siber dan Kebocoran Data Selama Pemilu
"Karena saat ini serba digital, software pasti butuh security. Dibutuhkan software license protection supaya tidak dibajak," tuturnya.
Berdasarkan 2023 data breach investigation report yang dirilis Verizon.com, terdapat 699 kejahatan siber di wilayah Asia Pasifik. Sebanyak 164 di antaranya merupakan pembukaan data rahasia tanpa izin.
Kemudian 93 % di antaranya berupa serangan terhadap social engineering, system intrusion, dan basic web application. Mayoritas pelaku dari eksternal (92 %), internal (9 %), partner (2 %), dan dilakukan banyak pihak (2 %).
Motif terbanyak yaitu finansial (61%), spionase (39%), kenyamanan (2%), sakit hati (2%), dan kegiatan sekunder (1%). Sedangkan data yang diincar yaitu internal (56%), data rahasia (42 %), lainnya (33 %), dan data credentials (29%). (CR-14)

