Saat Mobil Listrik Sudah Sangat Banyak, Tak Perlu Menambang! Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Saat populasi mobil listrik di Tanah Air sudah sangat banyak, yang berarti baterai bekasnya juga sangat banyak, maka kita tidak perlu lagi menambang nikel untuk diolah menjadi bahan baku baterai. Caranya dengan melakukan recycling dan teknologinya sudah ada.
Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) Roy Arman Arfandy saat menjadi pembicara dalam seminar Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik yang diselenggarakan Investortrust di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (29/08/2023). Terkait ekosistem baterai mobil listrik dan penggunaan nikel dalam ekosistem tersebut, kata Roy, proses atau value chain yang ada dalam pembuatan banterai ini sangat panjang, sampai dengan pembuatan mobil listriknya.
“Tapi sebenarnya ada satu step lagi selain dari pembuatan mobil listrik, yakni recycling dari baterainya itu sendiri, dan sudah ada teknologi yang mampu mengolah baterai bekas dari mobil saat ini menjadi bahan baku, untuk diproses menjadi namanya black musk atau black powder. Kemudian diolah lagi menjadi nikel sulfat. Dengan demikian, ke depan, kalau populasi mobil listrik sudah sangat banyak, baterai bekas sangat banyak, maka kita tidak perlu lagi menambang, tapi mengolah dari baterai mobil bekas itu menjadi nikel sulfat kembali,” tuturnya.
Dalam proses membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang cukup panjang, lanjut dia, TBP dari Harita Group kini mulai bergerak cukup jauh ke hilirisasi. Dari mulai awalnya pertambangan, melakukan penambangan nickel ore, baik itu saprolit yang diproses menjadi feronikel, kemudian limonit yang dulu dibuang karena belum ada teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang bisa dipakai, sekarang bisa diproses menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.
“Kandungan nikel kan sangat rendah kalau di limonit. Nah, ini kami proses menjadi bahan baku baterai mobil listrik dengan proses yang namanya High Pressure Acid Leaching, yang menggunakan banyak air, bukan listrik, itu salah satu keuntungan dari teknologi HPAL juga,” paparnya.

