PetroChina International Jabung Masuk Top 10 Lifting Migas Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro menyebut, PetroChina International Jabung Ltd merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang memiliki peran penting. Pasalnya, lifting minyak dan gas (migas) PetroChina menempati 10 besar nasional.
“PetroChina ini salah satu operasi kita yang sangat penting, karena cukup signifikan menyumbang migas bagi Indonesia. Untuk dua-duanya ini (minyak dan gas) masuk 10 besar (top 10). Untuk minyak di posisi ke-9, sedangkan gas di nomor 7,” kata Hudi dalam konferensi pers, Senin (18/3/2024).
Disebutkan bahwa tajak sumur pengembangan telah dimulai di Gemah-74 sejak Januari 2024. Dari upaya tersebut berhasil mendapatkan hidrokarbon minyak sebesar 1.323 BOPD, gas sebanyak 2,4 MMSCFD, 0 BWPD, WHP 1138 psig pada jepitan 32/64-inch di lapisan L3 zona Lower Lumut Formasi Lower Talang Akar.
Baca Juga
SKK Migas Targetkan Penerimaan Negara US$ 12,89 Miliar di 2024
Sementara, saat ini sedang dilanjutkan dengan pengeboran kedua yaitu, Gemah-77 dengan target minyak sebesar 200 BOPD. Terbaru, PetroChina juga telah melakukan tajak sumur eksplorasi NEB BASEMENT-3 pada Sabtu (16/3/2024).
Ini dilakukan dalam rangka pemenuhan komitmen kerja pasti (KKP), yaitu menemukan cadangan migas baru dan memenuhi kebutuhan energi nasional dengan dilaksanakannya pengeboran di area blok Jabung.
Baca Juga
Petrochina International Jabung Ltd Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi, Ini Progresnya
“Saya melihat ini merupakan salah satu bentuk implementasi yang sangat nyata dan dukungan PetroChina yang luar biasa untuk mendorong penemuan cadangan baru dan meningkatkan produksi migas, baik itu yang jangka pendek, yaitu di WP&B dan APBN,” sebut Hudi.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia memasang target lifting minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) pada 2030.
Lebih lanjut Hudi juga mengungkapkan bahwa program investasi eksplorasi di tahun ini mencapai US$ 1,8 miliar atau meningkat 100% dibandingkan realisasi di 2023, yaitu sebesar US$ 900 juta.

