Harga Kebutuhan Pokok Melambung Jelang Ramadan, Ekonom Ungkap Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom yang juga Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Yusuf Wibisono mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan harga barang kebutuhan pokok melambung menjelang Ramadan 1445 H.
Menurut Yusuf, kenaikan harga menjelang Ramadan secara umum merupakan pola musiman. Ada tiga fase kenaikan harga selama musim Ramadan. Fase pertama adalahsepekan menjelang Ramadan.
“Saat itu, kebanyakan masyarakat membeli barang kebutuhan atau menyetok barang untuk persiapan menyambut Ramadan. Dari situ lonjakan permintaan umumnya diikuti kenaikan harga,” ujar Yusuf Wibisono dalam konferensi pers Kolaborasi Kebaikan #RamadanMendekatkan 1445 H di Jakarta, Selasa (5/3/2024).
Baca Juga
Fase kedua, kata Yusuf, adalah sepekan menjelang Idulfitri. Saat itu, masyarakat menyetok kebutuhan pokok untuk menyambut hari ‘H’ Lebaran. Akibatnya terjadi lonjakan permintaan yang menyebabkan harga meningkat.
Fase ketiga yaitu sepekan setelah Ramadan berakhir. Fase ini bukan dipicu sisi permintaan, melainkan sisi distribusi.
“Para pedagang semuanya ber-Lebaran, sehingga pasar sepi, toko tutup, maka seolah-olah pasokan di pasar berkurang, habis. Sementara permintaan tetap. Itu yang kemudian sering memicu kenaikan harga,” jelas Yusuf.
Kendati demikian, menurut Yusuf Wibisono, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok selama musim Lebaranrelatif dapat diprediksi dan bisa dimitigasi. Hanya saja,tahun iniada perbedaan, mengingat harga beras sudah melambung dan sempat terjadi kelangkaan.
Baca Juga
Harga Bahan Pokok Selalu Naik Jelang Puasa, Ekonom Pertanyakan Upaya Pemerintah
Yusuf menilai kenaikan harga beras saat ini salah satunya disebabkan faktor alam, yaitu El Nino, kekeringan panjang yang menyebabkan banyak gangguan pasokan.
Selain itu ada faktor bansos beras yang dibagikan Presiden Jokowi selama beberapa bulan terakhir. “Itu memang ada pengaruhnya juga, karena memang bansos beras itu hampir 1,4 juta ton beras Bulog yang keluar. Itu pastinya akan memengaruhi kemampuan Bulog untuk intervensi,” tegas dia.

