Inilah Detail Rumah Menteri di IKN Seharga Rp 13,7 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan, progres pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN telah mencapai 74%. Rumah menteri seharga Rp 13,7 miliar itu ditargetkan rampung medio 2024.
Rumah menteri yang dibangun sebanyak 36 unit, masing-masing memiliki tipe 480 m2 dengan luas lahan per unit 1.000 m2. Total anggaran secara tahun jamak untuk rumah menteri tersebut sebesar Rp 493,75 miliar atau rata-rata Rp 13,7 miliar.
Jumlahnya rumah tapak yang sebanyak 36 unit ini dibangun pada dua lokasi persil (bidang tanah), yaitu di persil 104 dengan luas 10,6 hektare (Ha), kemudian persil 105 dengan luas 9,1 Ha.
Sedangkan ruang lingkup pekerjaan, antara lain perancangan persil 104 dan 105, pekerjaan konstruksi rumah tapak, fasilitas umum dan sosial kawasan pekerjaan infrastruktur kawasan, dan pekerjaan furnitur.
“Desain rumah tapak di KIPP IKN dibangun dalam dalam dua tipe. Yakni, tipe downslope dan tipe upslope dengan luas bangunan 580 m2 dan luas lahan 1.000 m2,” kata Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II, Hujurat seperti dikutip Antara.
Rumah tapak ini dibangun dua lantai. Lantai pertama terdiri atas ruang kerja, ruang tunggu kedinasan, area kedinasan, ruang tamu keluarga, dan kamar tidur tamu. Sementara lantai dua merupakan area pribadi berisi ruang keluarga, kamar tidur utama, dan kamar tidur anak.
“Pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya, Ciriajasa Engineering & Management Consultant KSO, sedangkan pengawasnya adalah dari PT Yodya Karya Persero,” ujar Hujurat.
Pada Senin ini (26/2/2024), Ketua Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis HSumadilaga menyatakan, progres pembangunan RTJM saat ini sudah mencapai 74% dengan memakai produk-produk lokal untuk mengisi interior hingga furniturnya.
“Produknya lokal sampai lantai, lampu, dan sebagainya itu lokal. Kalau nggak salah lampunya dari daerah Boyolali deh saya ingat. Untuk di istana juga (pakai lokal) sampai kantor presiden,” tandasnya di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat.

