Pembangunan Smelter Freeport di Gresik Dongkrak Perekonomian, Begini Penjelasannya
SURABAYA, investortrust.id - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono optimistis pembangunan pabrik pengolahan hasil tambang atau smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Gresik dapat menciptakan multiplier effect sehingga mendongkrak perekonomian masyarakat.
"Dari sisi lapangan pekerjaan, tenaga kerja pembangunan smelter secara kumulatif telah menyerap sekitar 30 ribu orang," katanya saat menerima kunjungan Vice President (VP) Government Relation & Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (23/2/2024), seperti dilansir Antara.
Komposisi tenaga kerja pembangunan smelter yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, ini secara keseluruhan adalah 99% pekerja dari Indonesia. Sekitar 60% di antaranya merupakan pekerja dari wilayah Jawa Timur.
Pabrik smelter tersebut merupakan yang kedua yang dibangun PT Freeport Indonesia setelah yang pertama dibangun pada 1996 dan dikelola oleh PT Smelting.
Baca Juga
Pemerintah Setujui RKAB Freeport 2024-2026 , Tapi Belum untuk Ekspor Konsentrat
Dalam pembangunan pabrik smelter yang kedua tersebut, PT Freeport Indonesia telah menanamkan investasi hingga US$ 3,1 miliar atau setara Rp48 triliun per akhir Desember 2023.
Pembangunannya ditargetkan rampung pada pertengahan 2024 yang diharapkan sudah mulai beroperasi sebelum akhir tahun.
Pabrik smelter tembaga dengan Design Single Line terbesar di dunia ini nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.
Pj Gubernur Adhy menandaskan, kebutuhan air untuk pabrik smelter akan dipasok oleh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik sebanyak 150 liter per detik.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Progress Pembangunan Dua Smelter
Dari segi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sejak masa pembangunan smelter yang akan selesai pada Mei 2024, telah berdampak pada perputaran ekonomi yang cukup besar.
Adhy optimistis perputaran ekonomi dari sektor UMKM akan semakin besar ketika pabrik smelter mulai beroperasi.
"Karena UMKM itu persaingan bisnis sehingga kita harapkan UMKM harus menyambutnya dengan penuh persiapan. Saya berharap peluang-peluang UMKM dapat diisi oleh masyarakat lokal," tuturnya.

