Bos Bosch Rexroth Ungkap 4 Tantangan Industri 4.0 Indonesia, Apa Saja?
JAKARTA, Investortrust.id - Managing Director PT Bosch Rexroth di Indonesia Kristo Kenmart mengungkap empat tantangan tantangan industri 4.0 di Indonesia. Keempat tersebut dinilai sebagai tantangan tersulit saat ini.
Tantangan pertama, ungkap Kristo, funding issue atau uang. Hal tersebut dikarenakan masalah utama dalam implementasi teknologi industri 4.0 adalah mahal.
Baca Juga
Potensi Naik Lebih Besar Dibanding Koreksi, Saham ASII Direkomendasikan Beli
“Kita harus banyak sekali beli equipment, kita harus retrofit, dan segala macam,” ucap Kristo di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2023).
Tantangan kedua, menurutnya, kebutuhan di industri untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi. Jika berkaca pada masa lampau, industri di Indonesia sangat mengutamakan padat karya, tapi ada beberapa sektor industri saat ini di luar padat karya yang tentu memerlukan akurasi dan konsistensi.
“Jadi human resource itu oke, tapi apakah manusia bisa bertahan dalam waktu kerja yang panjang untuk tetap konsisten? Ini yang kadang-kadang susah,” ungkapnya.
Saat industri bergerak ke arah yg lebih presisi, dia menambahkan, di sini dibutuhkan otomasi guna mencapai akurasi dan konsistensi dengan automation.
Baca Juga
Hadirkan Kassow Robots, Bosch Rexroth: Bukan Pengganti Pekerja Manusia
Selain itu, ia menilai adanya teknologi yang kompleks pada sektor industri di Indonesia. Sehingga diperlukan satu platform yang fleksibel dan mampu menjawab kompleksitas tersebut menjadi lebih sederhana.
“Terakhir, shortage of skilled labor. Jadi mencari teknisi-teknisi atau enginer-enginer baru yang mengerti mekatronika, electrical, automation, mechanical, hidrolik, itu semakin lama semakin sulit,” terangnya.
“Jadi anak-anak muda yang belajar di sana itu semakin sedikit. Jadi agak kesulitan pabrik-pabrik ini mendapatkan skill labor,” tandas Kristo. (CR-9)

