Telkom Perkirakan Satelit Merah Putih 2 Bisa Beroperasi Sebelum 1 April 2024
JAKARTA, investortruts.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersama anak usahanya, Telkomsat, telah sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 pada Rabu (21/2/2024) pukul 03.11 WIB dari dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Satelit tersebut diharapkan bisa mulai beroperasi pada Senin (1/4/2024) mendatang. Direktur Telkom, Bogi Witjaksono menyebutkan, sejumlah tahap peluncuran telah berhasil dilewati Satelit Merah Putih 2 lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga Telkom memprediksi satelit sudah bisa beroperasi lebih cepat dari 1 April 2024.
“Alhamdulillah proses itu semua selesai lebih cepat dari pada yang kita hitung. Tanggal 27 Februari kemarin semua proses sudah selesai, Sehingga per hari ini saya melihat separuh proses sudah selesai, dan awalnya kita expect untuk ready for operation itu 1 April. Ini kelihatannya minggu keempat Maret ini semuanya sudah selesai,” sebut Bogi pada Jumat (15/3/2024).
Dipaparkan Bogi, Satelit Merah Putih 2 yang diluncurkan dengan menumpangi wahana Falcon 9 harus melewati empat fase yang menurut Bogi menegangkan. Fase menegangkan sejatinya sudah dimulai di fase pertama saat peluncuran, banyak orang khawatir satelitnya akan mengalami kerusakan sebelum sampai di orbit pertama.
“Alhamdulillah kemarin sudah tepuk tangan, sudah sampai ke titik dengan jarak sekitar 300 km di atas permukaan bumi,” kata Bogi Witjaksono, Jumat (15/3/2024).
Satelit di posisi demikian tengah berada pada fase LEOP (Launch and Early Orbit Phase) yang berlangsung mulai sekitar 60 menit setelah waktu peluncuran, hingga sekitar 14 hari setelah peluncuran. Fase LEOP memerlukan perhatian teknis tingkat tinggi dan presisi navigasi angkasa luar, dan merupakan langkah penting dalam perjalanan satelit Merah Putih 2 menuju slot orbitnya di 113 Bujur Timur.
Baca Juga
Satelit Merah Putih 2 Diluncurkan, Telkom (TLKM) Gelontorkan Dana Rp 3,5 Triliun
Disebutkan Bogi, pada titik tersebut, dengan jarak terdekatnya sejauh 300 km dan jarak terjauhnya sekitar 55.000 km, satelit akan membentuk seperti telur asin. Adapun jarak normal orbit dari satelit di posisi tersebut dari permukaan bumi adalah sejauh 36.000 km.
“Untuk mencapai 36.000 km tersebut, bahasa teknisnya itu dilakukan manuver-manuver. Manuver-manuver ini ada sampai 7-8 kali, sehingga sampai pada titik, di mana ketinggiannya 36.000 kilometer, yang mana itu ada di stage kedua,” terangnya.
Pada fase ini, satelit yang telah berada di orbit Geostationary melakukan pembukaan seluruh panel surya di kedua sisi sayapnya, dilanjutkan dengan pembukaan bagian antena satelit (antenna reflectors) untuk antena sisi Barat (West side antennas) dan sisi Timur (East side antennas). Setelahnya, semua proses pengendalian satelit akan ditangani langsung oleh stasiun pengendali utama yang berada di Cibinong untuk dilakukan tes elektronik satu per satu.
Dengan adanya satelit Merah Putih 2 ini, Bogi berharap yang menggunakan satelit asing mulai banyak berpindah, utamanya dari sektor perbankan. Dia mengatakan bahwa salah satu bank terbesar swasta di Indonesia juga sudah menjalin kontrak kerja sama dengan Telkom untuk penggunaan satelit Merah Putih 2.

