Pertamina Shipping Sewakan Dua Kapal kepada Anak Usaha Petronas
JAKARTA, investortrust.id -- PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui anak usahanya PIS Asia Pacific (PIS AP) menyewakan dua kapal kepada salah satu anak perusahaan Petronas, yakni PETCO Trading Labuan Company Ltd. (PTLCL).
Skema penyewaan itu dilakukan secara time charter untuk dua kapal milik PIS yakni MT Sanggau dan MT Gunung Geulis.
Sebagaimana dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (5/9/2023), nilai kontrak dari penyewaan dua kapal milik PIS kepada perusahaan asal Malaysia itu mencapai US$ 32,8 juta (Rp 500,9 miliar) dengan periode waktu kontrak mulai dari 175 hari hingga satu tahun.
Penandatanganan kontrak penyewaan kapal itu berlangsung pada Agustus lalu, oleh Managing Director PIS AP Muhamad Resa dan dan Ketua Logistik dan Sewaan PTLCL M Radzi B Ramli.
Baca Juga
Pertamina Tampilkan Infrastruktur Hijau PLTP Lumut Balai Unit 2 di Ajang AIPF 2023
Direktur Operasi PIS Brilian Perdana, Direktur Niaga PIS Arief Sukmara, Direktur Armada PIS Muhammad Irfan Zainul Fikri dan CEO PTLCL Shamsul Bahari Salleh turut hadir menyaksikan peristiwa itu.
Brilian menuturkan kolaborasi bisnis antara perusahaan dari Indonesia dan Malaysia itu merupakan langkah kongkret mendukung ASEAN menjadi kawasan yang adaptif, responsif, dan berdaya saing tinggi.
“Selain itu, kerjasama ini menunjukkan kepercayaan konsumen yang tinggi terhadap PIS. Ini tentu menjadi modal kami untuk terus mengembangkan pasar internasional dan mewujudkan misi perusahaan menjadi perusahaan shipping dan marine logistics terkemuka di Asia,” tambahnya.
Penyewaan kapal MT Sanggau dan MT Gunung Geulis milik PIS kepada PTLCL menguatkan kerja sama yang telah terjalin antara kedua perusahaan itu sejak tahun 2021 melalui skema sewaan time maupun spot.
Baca Juga
Pertamina dan Pelindo Sepakat Kembangkan 'Green Terminal' di Kalibaru
Sebelumnya, PIS juga telah menyepakati kontrak untuk penyewaan kapal MT Papandayan kepada PTLCL dengan skema sewaan spot. Sehingga, total nilai kontrak kerja sama yang telah terjalin dari periode 2021 hingga 2023 antara kedua perusahaan itu mencapai US$ 44,5 juta (Rp 679 miliar).
PIS mencatat peningkatan pendapatan pada pasar non-captive.Pada semester I-2023, PIS mencatatkan pendapatan pasar non-captive sebesar US$ 369,9 juta (Rp 5,6 triliun) atau 22,8% dari total pendapatan, meningkat signifikan dari proporsi 15,7% sepanjang tahun 2022.(Antara/jn)

