Jempol! Kelompok Tani Binaan BI di Kalbar Terapkan Konsep Pertanian Digital
PONTIANAK, investortrust.id – Sejumlah kelompok tani binaan Bank Indonesia (BI) di Kalimatan Barat mulai menerapkan konsep pertanian digital. Cara ini dinilai efektif meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendukung perluasan pasar.
Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, NA Anggini. “Selain kami membantu bibit bagi petani di 14 kabupaten atau kota di Kalbar, penerapan digital farming juga didorong untuk agar ada efisiensi biaya dan perluasan pasar bagi petani," ujar Anggini di Pontianak, Sabtu (15/10/2023).
Menurut Anggini, selain menerapkan konsep pertanian digital, produk pertanian dari kelompok tani binaan BI ini pun dipasarkan melalui platform digital. "Dengan masuk digital farming juga untuk memastikan kelancaran distribusi produk pertanian karena langsung dari petani, " jelas Anggini.
Dengan dukungan teknologi digital, proses distribusi produk pertanian dipastikan lebih lancer. Lebih dari itu, rantai pasok produk pertanian pun bisa dipangkas, sehingga bisa menekan harga jual pada konsumen.
Baca Juga
Dorong Transformasi Digital, BRI Bentuk “Digital Talent Management Framework”
"Salah satu komponen pembentuk harga adalah soal transportasi. Dengan digital farming ini kami harapkan ini juga bisa membuat harga dari petani langsung ke konsumen. Secara digital komponen transportasinya tidak terlalu tinggi karena sudah didistribusikan atau dijual secara digital," katanya.
Ia mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk membantu dan mengendalikan harga pangan. Inflasi daerah terus dikawal dengan melibatkan berbagai unsur dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
"Gerakan pangan murah dan pasar murah terus digencarkan agar harga stabil dan tidak fluktuatif. Inflasi terus dikawal, " papar dia.
Berdasarkan data BPS Kalbar, pada September 2023 gabungan 3 kota IHK di Kalbar mengalami inflasi YoY sebesar 2,26 persen. Singkawang, Pontianak dan Sintang mengalami inflasi YoY masing-masing sebesar 2,68 persen, 2,23 persen dan 1,86%. (fs/Antara)
Baca Juga
Kenaikan Literasi Keuangan Digital Hanya 5%, Program OJK Mengajar Digelar

