Wamen BUMN Dukung Langkah TelkomGroup Jadi Pemain Terbesar Bisnis Data Center
CIKARANG, investortrust.id – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengunjungi dan meninjau Hyperscale Data Center Cikarang milik Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), anak usaha TelkomGroup di Cikarang, pada Senin (16/10).
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Hattari, Deputi Bidang Hukum dan Perundang-Undangan, Robertus Billitea, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi, Tedi Bharata, Asisten Deputi Bidang Jasa Telekomunikasi dan Media, YB Priyatmo Hadi, serta Asisten Deputi Bidang Hukum Korporasi, Rini Widyastuti.
Selain mendengarkan paparan TelkomGroup strategi Perusahaan menjadi pemain besar bisnis data center di regional, Wamen BUMN juga melihat langsung fasilitas HDC Cikarang. Kunjungan BUMN disambut Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono; Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir; dan CEO NeutraDC, Andreuw ThAF.
Baca Juga
Telkomsel Sebut Akan Gelar Konektivitas Digital Berkualitas Tinggi di Mandalika
Indonesia merupakan negara dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang sangat besar. Ekonomi Digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 8 kali lipat dari tahun 2020 sebesar Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada tahun 2030, dengan persentase kontribusi terhadap GDP meningkat dari 4% menjadi 18%. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Penggunaan dan konsumsi layanan digital terus bertumbuh secara pesat sehingga membutuhkan dukungan ekosistem digital yang mumpuni, salah satunya adalah data center yang diproyeksi akan tumbuh secara signifikan hingga beberapa tahun mendatang. Bahkan di luar Singapura, Indonesia memegang potensi yang juga sangat besar untuk memimpin pasar data center regional.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rosan Roeslani mengatakan, pertumbuhan permintaan layanan data center sampai dengan tahun 2030 akan sangat eksponensial. Pertumbuan menonjol akan terjadi pada segmen Enterprise, Digital Native Business dan Cloud Service Provider. Peluang tidak hanya terjadi di baik di pasar domestik tetapi juga pasar regional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akses konten.
Hal ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi Indonesia untuk bisa memimpin pasar data center di kawasan regional dengan memiliki ekosistem data center sendiri. “Telkom sebagai BUMN telekomunikasi agar dapat mewujudkan hal tersebut dengan menjadi pemain besar di data center serta melakukan unlocking value melalui berbagai pilihan opsi untuk mengoptimalkan bisnis data center yang dimiliki,” ujar Rosan Roeslani.
Baca Juga
Platform OCA Milik Telkom Dongkrak Pendapatan Wajib Pajak Kendaraan di Kulon Progo hingga 40%
Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir mengatakan, TelkomGroup punya misi membangun ekosistem digital, salah satunya bisa diwujudkan dengan dukungan data center. “Melalui NeutraDC, TelkomGroup menangkap peluang data center yang sangat besar dengan memposisikannya sebagai Sustainable Digital Ecosystem Hub dan memberikan layanan end to end integration untuk memperluas pasar data center Indonesia ke pemain regional dan global,” ujar Honesti Basyir.
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono menambahkan, hingga saat ini TelkomGroup telah memiliki 30 fasilitas data center, masing-masing 25 berada di Indonesia dan 5 di luar negeri. Seluruh data center ini tersebar di 4 negara yaitu Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.
TelkomGroup juga mendukung pembangunan data center di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berada di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. TelkomGroup pun tengah mengkaji beberapa opsi terbaik untuk unlocking value bisnis data center ke depan.
Terdapat tiga aspek penting yang dimiliki perusahaan dalam bisnis data center, yakni seamless, connectivity, dan eyeball. Seamless ini karena terhubung dengan seluruh data center milik TelkomGroup termasuk juga ke edge data center. Lalu connectivity, Hyperscale Data Center terhubung dengan infrastruktur backbone broadband TelkomGroup. Terakhir, akses kepada pelanggan TelkomGroup (eyeball) yang merupakan pengguna bisnis digital.
Baca Juga
Untuk HDC Cikarang, saat ini TelkomGroup telah merampungkan kampus 1 dan menjadi data center yang berkomitmen terhadap dekarbonisasi dengan berfokus pada green energy. TelkomGroup juga melakukan kerja sama strategis dengan mitra strategis termasuk tech giant untuk mengembangkan bisnis data center ke pasar regional.
Bersama Singtel, TelkomGroup membangun Hyperscale Data Center di Batam dengan nilai investasi mencapai USD581 juta. Pembangunan HDC Batam menggunakan energi yang terbarukan (renewable energy), ramah lingkungan, dan mengadopsi sistem multi-tier.
“Melalui fokus pada fundamental bisnis yang kuat, kerja sama strategis dengan mitra yang andal, serta penguatan kapasitas dan pengayaan ekosistem digital, akan memantapkan langkah untuk menjadikan data center Telkom sebagai Sustainable Digital Ecosystem Hub di kawasan regional bahkan global di masa mendatang,” jelas Bogi.
Pengembangan bisnis data center merupakan bagian dari strategi utama perusahaan, Five Bold Moves yang dijalankan untuk value creation, meningkatkan daya saing, dan memberikan value yang optimal bagi seluruh stakeholder. Lima strategi utama Telkom tersebut terdiri dari inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), InfraCo, Data Center Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo.
Baca Juga
Anak Usaha Telkom (TLKM) Gandeng Jayantara Sukseskan PPDB 2024

