Fenomena Aitana, Model AI Pertama asal Spanyol yang Meraup EU€10,000 per Bulan
MALANG, investortrust.id - Aitana (25), model wanita berambut merah muda dari Barcelona, kini menjadi fenomena. Namun Aitana bukan manusia di alam nyata, melainkan model kecerdasan buatan (AI). Aitana adalah model AI pertama asal Spanyol yang lahir di tengah periode sulit. Meski demikian, model AI ini dapat meraup pendapatan sebanyak EU€10,000 per bulan.
Seperti dilansir dari euronews.com, perancang Aitana dan pendiri agensi 'The Clueless', Rubén Cruz sesungguhnya sedang mengalami masa sulit ketika merancang Aitama. Ruben tidak memiliki banyak klien ketika memulai kebertuntungannya.
"Kami mulai menganalisis bagaimana kami bekerja dan menyadari bahwa banyak proyek ditunda atau dibatalkan karena masalah di luar kendali kami. Seringkali kegagalan muncul karena salah 'influencer' atau model, bukan masalah desain," kata Cruz kepada euronews.com, Sabtu (20/1/2024).
Agensi milik Ruben Cruz kemudian memutuskan untuk menciptakan influencer sendiri. Model ciptaan sendiri ini menjadi brand andalan 'The Clueless'.
'The Clueless' kemudian menciptakan Aitana, seorang wanita 'virtual' berusia 25 tahun berambut merah muda yang eksentrik. Aitana yang berasal Barcelona, punya penampilannya mendekati sempurna. Menurut Cruz, model virtual ini bisa menghasilkan hingga EU€10,000 sebulan, tetapi rata-ratanya sekitar EU€3,000.
Baca Juga
Humane AI Pin, Perangkat Berbasis Artificial Intelligence yang Dipasang di Baju
"Kami melakukannya agar kami bisa hidup lebih baik dan tidak bergantung pada orang lain yang memiliki ego, keanehan, atau yang hanya ingin banyak menghasilkan uang dengan berpose," ujar Cruz.
Pendapatan Aitana cukup bervariasi, setelah menghasilkan lebih dari EU€1,000 per iklan. Namun baru-baru ini Aitana tampil sebagai wajah 'Big', perusahaan suplemen olahraga. Capain positifnya berlanjut ketika dia mengunggah foto-foto dirinya dengan tampilan 'Fanvue', platform serupa dengan 'OnlyFans'.
Dalam beberapa bulan, Aitana berhasil mendapatkan lebih dari 121,000 pengikut (followers) di Instagram dan foto-fotonya mendapatkan ribuan tayangan dan reaksi (komentar). Dia bahkan menerima pesan pribadi dari selebriti yang tidak menyadari bahwa dia bukan orang sungguhan.
"Suatu hari, seorang aktor terkenal Amerika Latin mengirim pesan untuk mengajaknya berkencan. Aktor ini memiliki sekitar 5 juta pengikut dan beberapa dari tim kami menonton serial TV-nya saat mereka masih kecil," pungkas Cruz. "Dia tidak tahu bahwa Aitana bukan manusia sungguhan," tambahnya.
AI Menjadi Lebih Hidup
Setiap minggu tim agensi 'The Clueless' menggelar pertemuan untuk menciptakan kehidupan 'Aitana'. Tim memutuskan apa yang akan dilakukan selama seminggu, tempat-tempat yang akan dikunjunginya, serta foto-foto mana yang akan diunggah untuk memberi 'feed' pengikut yang ingin tahu tentang Aitana.
Tetapi tidak ada pemotretan foto, tidak ada perubahan pakaian, hanya campuran kecerdasan buatan dan ahli desain yang menggunakan 'Photoshop' untuk memungkinkan model ini menghabiskan akhir pekan di Madrid, misalnya.
"Pada bulan pertama, kami menyadari bahwa orang mengikuti kehidupan, bukan gambar. Karena dia tidak hidup, kami harus memberinya sedikit realitas agar orang bisa terhubung dengannya dengan cara tertentu. Kami harus bercerita," sebut desainer grafis Aitana kepada euronews.
Baca Juga
Pemerintah Maksimalkan Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Percepat Pertumbuhan UMKM
Itulah sebabnya Aitana, berbeda dengan model tradisional yang biasanya tidak mengungkapkan kepribadian agar dapat menjadi 'kanvas kosong' bagi perancang, serta memiliki 'kepribadian' yang sangat berbeda.
Dia diciptakan sebagai penggemar kebugaran, penuh optimisme, dan dengan karakter yang kompleks. Di situs webnya, dia mendefinisikan dirinya sebagai sosok yang ramah dan peduli.
"Banyak pemikiran telah diinvestasikan melalui Aitana. Kami menciptakannya berdasarkan apa yang paling disukai oleh masyarakat. Kami memikirkan selera, hobi, dan niche yang sedang tren dalam beberapa tahun terakhir," jelas Cruz.
Setelah menganalisis tren, mereka menyadari bahwa budaya oriental telah sangat Eropa dalam beberapa tahun terakhir, jadi mereka mencoba menangkapnya dalam rambut merah muda dan sisi gamer-nya.
Setelah Aitana menjadi model AI yang sukses besar, desainer grafis agensi ini membuat model virtual (AI) kedua yaitu ''Maia'' yang sedikit pemalu karakternya. Nama-nama itu juga tidak dipilih secara acak, keduanya mengandung akronim untuk AI.
Demokratisasi Penggunaan Model AI
Agensi ini telah dibanjiri permintaan dari merek yang ingin memiliki model personal mereka sendiri.
"Mereka ingin memiliki citra yang bukan manusia nyata dan mewakili nilai-nilai merek mereka, sehingga tidak ada masalah kelanjutan jika mereka harus memecat seseorang atau tidak dapat lagi mengandalkan mereka," tandas Cruz.
Adapula penghematan biaya. Ketika agensi, yang dulunya bekerja dengan influencer nyata (bukan model AI), menyadari berapa banyak yang mereka hasilkan dari pembuatan model AI ini.
Baca Juga
Gandeng Bumi Serpong Damai (BSDE), NTT dan Microsoft Resmikan Digital Center
''Kim Kardashian menghasilkan EU€1 juta untuk satu foto Instagram dan dia tidak menyembuhkan kanker. Tidak ada yang menghasilkan EU€1 juta hanya dengan mengunggah foto ke jaringan sosial, itu tampak absurd bagi saya," imbuh Cruz.
Agensi percaya hal ini dapat membantu menurunkan harga pasar dan memberikan dorongan bagi perusahaan kecil yang tidak mampu mengikuti kampanye periklanan besar.
Namun, inisiatif ini tidak tanpa kritik. Banyak yang khawatir bahwa kesempurnaan yang tidak realistis dari model-model ini bisa mempengaruhi generasi muda untuk menjadi terobsesi dengan mencapai kesempurnaan tersebut.
Ada juga kritik terhadap citra model yang sangat seksual ini. Agensi menjawab, mereka hanya mengikuti estetika yang sudah diciptakan oleh influencer dan merek atau brand yang nyata.
"Jika kita tidak mengikuti estetika ini, merek tidak akan tertarik. Untuk mengubah sistem ini, Anda harus mengubah pandangan merek. Dunia secara umum sudah terseksualisasi." (CR-3)
Baca Juga
Metrodata (MTDL) Gandeng FPT IS Vietnam, Garap Digital Transformation Berbasis AI

