Eskalasi Perang Timteng Kerek Harga Minyak Melonjak, Siap Merambat ke Komoditas Luas
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan kenaikan harga minyak dunia dapat memberikan sentimen positif terhadap saham komoditas. Harga minyak telah mencapai US$ 90 per barel dan dapat nelampaui US$ 100 per barel, jika konflik lebih lanjut antara Iran dan Israel terjadi.
Research Analyst Mirae Asset Rizkia Darmawan mengatakan, perubahan pada pasokan Iran (3,3% dari pasokan global) dan potensi pengurangan produksi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak di dunia (OPEC+) dapat mendorong harga lebih tinggi. “Serangan Ukraina terhadap minyak Rusia juga dapat menambah tekanan harga ke atas. Kami melihat dinamika ini dapat mendorong sentimen positif terhadap saham komoditas,” ujar Darma saat dihubungi investortrust.id, Jakarta, Rabu (17/4/2023).
Baca Juga
Darma menilai perusahaan minyak dan gas seperti Medco Energi Internasion Tbk (MEDC) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dapat diuntungkan dalam jangka pendek, karena kenaikan harga minyak.
Harga Emas Naik
Selain itu, menurut Darma, perusahaan emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga dapat diuntungkan dari meningkatnya ketidakpastian pasar, yang mendorong harga emas naik. “Sehingga, berpotensi meningkatkan volume perdagangan emas,” imbuhnya.
Kemudian, Darma mengatakan, perusahaan tambang batu bara berorientasi ekspor pun dapat diuntungkan dalam jangka panjang, jika ketegangan meningkat dan harga batu bara naik. Ini misalnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
“Studi kami menunjukkan kenaikan harga minyak 1% berpotensi meningkatkan kenaikan harga batu bara sebesar 1,7%,” ucapnya.
Baca Juga
Kementerian ESDM Sebut Konflik Iran-Israel Tak Pengaruhi Harga Batu Bara

