Operator Jalan Tol Siap Layani Pemudik Lebaran 2024
JAKARTA, investortrust.id – Seluruh badan usaha jalan tol (BUJT) atau operator jalan tol yang tergabung dalam Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menyatakan kesiapannya melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik keluar kota menuju kampung halaman maupun tempat wisata pada libur Lebaran 2024/1445 Hijriah.
Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade Sudiyono mengatakan kondisi jalan tol dipastikan baik, terbebaskan dari kerusakan, lubang dan berbagai pekerjaan perbaikan, memiliki perambuan lengkap, serta marka jalan yang terlihat jelas sehingga memungkinkan dilalui dengan baik.
“Semua BUJT mengonfirmasi untuk memfungsikan dan menyiagakan unit tambahan peralatan transaksi tol, derek, ambulans, kendaraan patroli dan resque, kamera pantau dan traffic management system, serta berbagai peralatan penunjang rekayasa lalulintas lainnya. Hal sama untuk kesiapan petugas layanan yang akan tersebar membantu melayani para pengguna jalan tol,” kata Kris dalam keterangan pers yang diterima investortrust.id, Selasa (2/4/2024).
Menurut Kris, setidaknya ada 3 permasalahan yang umum menyertai event management lalu lintas di peak season seperti Lebaran. Pertama adalah kapasitas infrastruktur, khususnya kapasitas jalan dan tempat istirahat.
Baca Juga
Command Center KM 188 Tol Cipali Kendalikan Arus Lalin di Jawa Barat
“Rekayasa lalu lintas melalui kebijakan one way maupun contra flow disiapkan di jalur tol utama, mengantisipasi pergerakan masif arus mudik dan balik Lebaran. Masyarakat diminta menyesuaikan rencana perjalanannya dengan pengaturan jadwal rekayasa lalu lintas ini,” tambah Kris.
Di dalam rest area, lanjut Kris, telah dilakukan penataan jalur lintasan, parking capacity report, imbauan berbagi dengan pembatasan waktu beristirahat, penyiapan paket makanan siap saji dan siap santap yang memungkinkan take away, dan lain-lain.
Kris juga menyarankan pemanfaatan kantor layanan gerbang tol, tempat layanan publik, kantor instansi pemerintah, dan lain-lain, di luar jalan tol sebagai tempat istirahat sementara. “Masyarakat tidak perlu khawatir, mengingat perhitungan tarif tol akan berlaku sama, yaitu berdasarkan km-travelled,” tandas dia.
Isu kedua adalah tentang perilaku sosial berupa kebiasaan yang diekspresikan di perjalanan mudik dan balik Lebaran. Menurut Kris, perilaku sosial ini akan mempengaruhi aspek keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan berkendaraan di jalan tol. Untuk itu, ATI mengimbau tiga hal, seperti kesiapan berkendaraan: kondisi, kelaikan dan kesiapan kendaraan, kondisi dan kesiapan pengemudi dan penumpang, serta tidak membawa penumpang dan barang bawaan berlebih.
Baca Juga
Cegah Penumpukan Kendaraan, Ini Strategi Korlantas Antisipasi Mudik
Selanjutnya, tertib lalu lintas: berkendara di jalurnya, tidak menggunakan dan berhenti di bahu jalan, tidak memutar/pindah lajur di sembarang tempat, berkendaraan sesuai rambu dan panduan petugas, serta jaga jarak aman dan tidak memacu kecepatan berlebihan.
Terakhir, kesiapan perlengkapan pendukung: periksa kondisi dan tekanan ban, isi/periksa kondisi BBM dan saldo uang elektronik sebelum berada di jaringan jalan tol, beli/persiapkan tiket penyeberangan jauh hari sebelum keberangkatan, periksa kesiapan perlengkapan pribadi di perjalanan.
Kampanye #LebaranBijak: #MudikLebihAwal dan #BalikLebihAkhir
ATI turut mengampanyekan #LebaranBijak: #MudikLebihAwal dan #BalikLebihAkhir. Selain kesiapan sarana dan prasarana jalan tol yang baik, menyiapkan petugas layanan yang akan membantu para pengguna jalan tol, semua BUJT secara aktif mengajak masyarakat untuk mengatur rencana perjalanannya secara bijak, tidak bergerak di waktu dan tempat yang sama, memanfaatkan jalur-jalur alternatif, serta terus mengupayakan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan berlalu lintas bersama.
Selain ruas yang dioperasikan fungsional, yang dipastikan tidak bertarif, beberapa BUJT anggota ATI juga memberikan potongan tarif tol di ruas-ruas jalan tol utama, seperti ruas Trans-Jawa, ruas Tangerang-Merak, ruas Trans-Sumatera, serta beberapa ruas tol lainnya.
Baca Juga
“Potongan tarif tol ini bervariasi antara 10% sampai dengan 20%, berlaku untuk perjalanan menerus (barrier to barrier), dengan jadwal implementasi disesuaikan prediksi distribusi beban lalu lintas arus mudik dan balik Lebaran di masing-masing ruasnya,” ujar Kris.
Terakhir, menurut Kris, kampanye #LebaranBijak: #MudikLebihAwal dan #BalikLebihAkhir akan berjalan efektif jika didukung kebijakan dan dikoordinasikan dengan instansi atau stakeholder lainnya, seperti kebijakan cuti bersama dan atau perpanjangannya untuk ASN/TNI/Polri/BUMN/BUMD/Swasta, kebijakan Work From Home (Productive Anywhere) untuk Instansi Pemerintah dan Swasta, konsistensi pembayaran THR dipercepat bagi pekerja pabrik dan buruh (minimal 2 minggu sebelum hari Lebaran), serta distribusi dan pengaturan mudik gratis BUMN dan pemerintah yang semakin merata jadwal pelaksanaannya.

