Pemerintah Naikkan Harga Referensi CPO Februari, Ini Rinciannya!
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetakan harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode 1-29 Februari 2024 menjadi US$ 806,40 per MT.
Nilai ini meningkat sebesar US$ 31,48 atau 4,06% dari periode 1-15 Januari 2024 sebesar US$ 774,93 per MT. Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 142 Tahun 2024 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil.
Baca Juga
Dharma Satya Nusantara (DSNG) Catat Kenaikan Produksi CPO 3,5% Tahun 2023
HR tersebut ditetapkan berdasarkan rata-rata harga selama periode 25 Desember 2023 - 9 Januari 2024 pada Bursa CPO di Indonesia sebesar US$ 790,84/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar US$ 821,97/MT, dan Pasar Lelang CPO Rotterdam sebesar US$ 806,40/MT.
“Saat ini, HR CPO naik hingga menjauhi ambang batas sebesar US$ 680/MT," ucap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/2/2024).
"Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$ 33 per MT dan PE CPO sebesar US$ 85/MT untuk periode 1-29 Februari 2024,” tambahnya.
Baca Juga
Menko Airlangga: Biofuel di Indonesia Terus Dikembangkan, Tak Hanya Berbasis CPO
Sementara itu, HR biji kakao periode Februari 2024 ditetapkan sebesar USD 4.345,70/MT, meningkat sebesar US$ 114,73 atau 2,71% dari bulan sebelumnya. Hal ini berdampak pada peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Februari 2024 menjadi US$ 4.012/MT, naik USD 112 atau 2,87% dari periode sebelumnya.
Peningkatan HR dan HPE biji kakao antara lain dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan permintaan yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, terutama di negara produsen di wilayah Afrika seperti Pantai Gading dan Nigeria akibat penyakit tanaman dan adanya fenomena El nino.

