Investasi EV Capai USD 18 Miliar, Asean Perlu Kerja Sama Kembangkan Industri Kendaraan Listrik
SEMARANG, investortrust.id - Investasi industri electric vehicle (EV) di Asean pada 2022 melambung 570%, menembus USD 18 miliar. Indonesia sendiri berharap, pada 2035, produksi mobil listrik di Tanah Air di atas satu juta unit dan untuk kendaraan (mobil dan sepeda motor) 2,4 juta unit.
Sembilan dari 10 produsen baterai listrik tercatat telah berinvestasi dan sepuluh produsen EV teratas semuanya hadir di kawasan ini. Untuk meningkatkan investasi langsung atau FDI, Asean perlu berkerja sama mengembangkan industri kendaraan listrik yang kuat.
“Asean harus terus meningkatkan capaiannya yang luar biasa dalam menarik investasi hijau dan berkelanjutan, dalam hal ini terkait dengan pengembangan EV. Penting kolaborasi antara negara anggota Asean dalam pengembangan ekosistem EV,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia selaku Ketua Asean Investment Area (AIA) Council dalam keterangan yang dirilis Minggu (20/08/2023), usai menyampaikan sambutan dalam pertemuan “Asean Economic Ministers’ Meeting - AIA Council” di Semarang.
Baca Juga
Bahlil mengingatkan pentingnya untuk merumuskan formulasi bersama guna pengembangan ekosistem EV di Asean. Pasalnya, saat ini, Indonesia mengembangkan sendiri, Malaysia sendiri, demikian pula Vietnam dan Thailand.
“Kawasan Asean terbukti menjadi tujuan utama investasi pengembangan ekosistem EV, hampir semua negara Asean sedang mengembangkan ekosistem EV. Jadi, selain menyepakati satu formulasi untuk pembangunan ekosistem energi baru terbarukan, kemudian menurunkan emisi, perlu juga melakukan penekanan terhadap ekosistem mobil listrik ini menjadi satu bagian terpenting yang kita rumuskan,” ujar Bahlil.
Dukungan Vietnam
Senada dengan pernyataan Menteri Investasi, Deputi Direktur Jenderal Badan Investasi Asing, Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam Nguyen Anh Tuan mengungkapkan sangat potensial negara anggota Asean berkolaborasi mengembangkan investasi, khususnya foreign direct investment (FDI) sektor ekosistem EV. Solidaritas dan kolaborasi yang efektif dalam mengembangkan sektor potensial seperti EV diperlukan agar bisa secara positif memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan ke depan.
Baca Juga
Indonesia Ingin Investasi ke Asean Tak Didominasi Segelintir Negara
“Saya percaya bahwa Asean mampu menjadi kawasan yang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, dan saya sepenuhnya setuju dengan Ketua bahwa untuk menarik FDI dan juga untuk mengembangkan sektor potensial seperti kendaraan listrik, kita tidak bisa melakukannya sendiri, kita perlu bekerja sama,” ungkap Nguyen.
Prioritas Investasi Indonesia
Pada kesempatan terpisah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sebelumnya, saat ini, prioritas investasi Indonesia yang pertama adalah membangun ekosistem kendaraan listrik atau EV. Ini mulai dari bahan bakunya, EV baterai, sampai nanti memproduksi kendaraan listrik di Tanah Air.
Baca Juga
Bahlil Yakin Investasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terus Naik
“Prioritas yang ingin kami kerjakan untuk investasi sekarang ini adalah yang pertama di ekosistem kendaraan listrik, ekosistem EV yang ingin kita bangun. Perkiraan kami, di 2035, produksi mobil bisa di atas satu juta (unit) dan untuk kendaraan 2,4 juta (mobil dan sepeda motor), ini hitungan sementara,” kata Presiden RI.

